Kisah Wafatnya Nabi Ibrahim as: Fakta dan Perbedaan Pendapat

muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan ngobrol pintar tentang kisah wafatnya Nabi Ibrahim as. Nabi Ibrahim as adalah bapa para Nabi. Ia juga diberi gelar Khalilullah yang artinya kekasih Allah.

Wafatnya Nabi Ibrahim as



Berikut ini kisah wafatnya Nabi Ibrahim as.


Ibnu Jarir menceritakan bahwa Nabi Ibrahim as dilahirkan di zaman Raja Namrud bin Kan'an. Namrud adalah seorang raja yang berkuasa selama 1000 tahun yang diberi gelar penguasa dunia pada saat itu. Pada suatu hari muncul sebuah bintang yang sinarnya mengalahkan terangnya matahari dan bulan. Lantas Namrud mengumpulkan para peramal dari ahli nujum dan menanyakan hal tersebut. Ramalan dari peristiwa itu adalah akan muncul seorang anak yang akan membinasakan kerajaan Namrud. Karena itu Namrud memerintahkan agar semua anak laki-laki yang lahir itu harus dibunuh. Berkat kuasa dan kehendak Allah SWT, Nabi Ibrahim as selamat dari pembunuhan banyak anak laki-laki di zaman itu.

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa ketika Namrud dibinasakan, Nabi Ibrahim as berhijrah menuju Harran, lalu ke Syam, kemudian menetap di Iliya. Nabi Ibrahim as dianugerahi dua orang anak yang sangat terkenal yaitu Ismail dari Siti Hajar dan Ishaq dari Siti Sarah. Wafatnya Siti Sarah mendahului Nabi Ibrahim. Siti Sarah wafat di Hebron dalam usia 127 tahun. Nabi Ibrahim as bersedih sampai meneteskan air mata. Nabi Ibrahim as dikatakan sempat menikah lagi dengan seorang wanita yang bernama Qonturo. Darinya lahir beberapa putra yaitu Zamaron, Yaqisyan, Madan, Madyan, Syayaq, dan Syuh.

Gambaran Datangnya Malaikat Izrail kepada Nabi Ibrahim


Ibnu Asakir menyatakan bahwa Nabi Ibrahim as wafat secara tiba-tiba seperti wafatnya Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Dalam pengertian Nabi Ibrahim as tidak mengalami sakit terlebih dahulu. Namun orang-orang Ahlul kitab menceritakan bahwa Nabi Ibrahim sakit terlebih dahulu. Lalu ia wafat pada usia 157 tahun. Padahal ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim as berusia mencapai 200 tahun. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah Saw:

اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ بِالْقَدُومِ، وَهُوَ ابْنُ عِشْرِينَ وَمِائَةِ سَنَةٍ، وَعَاشَ بَعْدَ ذَلِكَ ثَمَانِينَ سَنَةً

Artinya: Nabi Ibrahim as dikhitan dengan kapak pada usia 120 tahun dan hidup setelah itu selama 80 tahun.

Ibnu Hibban menyatakan bahwa dalam riwayat lain dikatakan Nabi Ibrahim as dikhitan pada usia 80 tahun. Riwayat Ibnu Hibban berbeda dengan perkataan Abu Hurairah. Nabi Ibrahim as adalah seorang pelopor. Abu Hurairah mengatakan bahwa Nabi Ibrahim itu:

  • Orang yang pertama menggunakan celana
  • Orang yang pertama bercukur
  • Orang yang pertama dikhitan
  • Orang yang pertama menerima tamu
  • Orang yang pertama beruban
Demikian pembahasan ngobrol pintar tentang wafatnya Nabi Ibrahim as. Semoga bermanfaat.

Berikut ini anak-anak Nabi Ibrahim as.


Nabi Ibrahim as memiliki empat istri yaitu Siti Sarah, Siti Hajar, Siti Qonturo, dan Siti Hajun. Dari kesemuanya ini, Nabi Ibrahim memiliki banyak anak.

1. Ismail dari Siti Hajar
2. Ishaq dari Siti Sarah
3. Madyan dari Siti Qonturo
4. Zamaron dari Siti Qonturo
5. Saroj dari Siti Qonturo
6. Yaqisyan dari Siti Qonturo
7. Nasyaq dari Siti Qonturo
8. Tidak disebutkan namanya dari Siti Qonturo
9. Kasian dari Siti Hajun
10. Suroj dari Siti Hajun
11. Amim dari Siti Hajun
12. Luton dari Siti Hajun
13. Naafas dari Siti Hajun 

Baca juga:

0 Response to "Kisah Wafatnya Nabi Ibrahim as: Fakta dan Perbedaan Pendapat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel