Kisah Kaum Nabi Luth: Lengkap
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan ngobrol pintar tentang kisah kaum Nabi Luth. Nabi Luth merupakan saudara Nabi Ibrahim as. Lebih tepatnya sebagai keponakan dari Nabi Ibrahim. Perjalanan muda Nabi Luth selalu membersamai Nabi Ibrahim as.
Berikut ini kisah kaum Nabi Luth.
Nabi Luth as merupakan putra Haron dan cucu dari Tarakh atau Azar. Haron merupakan saudara kandung dari Nabi Ibrahim as. Jadi Nabi Luth ini merupakan keponakan Nabi Ibrahim as.
Nabi Luth as berpindah dari kediaman Nabi Ibrahim as berdasarkan perintah dan izin dari Nabi Ibrahim as. Nabi Luth as tinggal di Kota Sadum yang memiliki penduduk paling berdosa dan paling buruk budi pekertinya. Berbagai kemungkaran terjadi dan dilakukan di Kota Sadum. Yang paling mencolok adalah perbuatan suka sama suka antara sesama jenis lelaki.
Nabi Luth as diperintahkan berdakwah di sana. Mengajak mereka ke jalan Allah. Mengajak mereka untuk meninggalkan perbuatan dosanya. Namun mereka menolak dakwah Nabi Luth dan terus-menerus melakukan kemungkaran dan dosa. Sehingga Allah SWT menurunkan siksa kepada mereka. Dan kisah kaumnya menjadi contoh bagi generasi selanjutnya untuk tidak ditiru.
Perbuatan dosa orang-orang Sadum merupakan dosa yang pertama kali dilakukan. Karena sebelum mereka, tidak pernah ada lelaki yang menyukai sesama jenis lelaki. Mereka menolak dakwah Nabi Luth as bahkan mengusir Nabi Luth as dan keluarganya. Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan Nabi Luth as beserta keluarganya. Siksaan yang diturunkan Allah SWT adalah hujan yang membinasakan mereka.
Nabi Luth as ketika mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan untuk meninggalkan perbuatan keji, dakwahnya ditolak. Bahkan tidak ada satu orang pun yang menerima dan beriman kepada ajakan Nabi Luth as. Mereka enggan meninggalkan perbuatan keji dan terus-menerus melakukannya. Mereka tidak takut akan akibat dari perbuatan keji yang mereka lakukan.
Dosa-dosa Kaum Nabi Luth (Kaum Sadum)
1. Merompak di perjalanan
2. Berkhianat kepada orang-orang yang menyayangi mereka
3. Mengkampanyekan kemungkaran
4. Menantang Allah
Siksaan untuk Kaum Nabi Luth
Allah SWT mengutus malaikat untuk membinasakan kaum Nabi Luth atau kaum Sadum. Para malaikat itu diutus oleh Allah untuk menurunkan batu dari tanah yang telah dipilah-pilih. Sebelumnya malaikat itu mampir di kediaman Nabi Ibrahim as untuk memberikan kabar gembira tentang kelahiran Nabi Ishaq. Lalu Malaikat itu menceritakan maksud dan tujuannya yaitu menghancurkan kaum yang dzolim dan berdosa. Yang mana yang dimaksudkan mereka adalah kaum Nabi Luth as di kota Sadum.
Nabi Ibrahim as mencoba untuk mencegah siksaan itu datang dengan cara ingin membantu Nabi Luth dalam berdakwah. Nabi Ibrahim as juga mengkhawatirkan keselamatan Nabi Luth as. Namun Allah SWT melalui malaikat-Nya menenangkan Nabi Ibrahim dengan cara bahwa Nabi Luth akan diselamatkan. Yang akan dibinasakan hanya orang-orang yang membangkang kepada Nabi Luth as.
Respon Nabi Ibrahim terhadap Kabar akan Dibinasakan Kaum Nabi Luth as
Diriwayatkan bahwa Nabi Ibrahim as mempertanyakan, "Apakah kalian akan membinasakan suatu kampung yang di sana terdapat 300 orang mukmin?" Jawaban para malaikat, "Tidak." Sahut Nabi Ibrahim, "200 orang mukmin?" Jawab para malaikat, "Tidak." Sahut lagi Nabi Ibrahim as, "empat puluh orang mukmin?". Jawab para malaikat, "Tidak." Pertanyaan Nabi Ibrahim, "14 orang mukmin?" Jawab para malaikat, "Tidak."
Nabi Ibrahim as sampai bertanya, "Bagaimana jika di sana terdapat orang mukmin walaupun itu hanya satu orang?" Jawab para Malaikat, "Tidak." Nabi Ibrahim sangat khawatir kepada Nabi Luth as selaku keponakannya. Namun dikisahkan para malaikat menenangkan Nabi Ibrahim dan difirmankan oleh Allah bahwa, "Kami mengetahui siapa saja yang ada di sana".
Ketika para malaikat itu yaitu Jibril, Mikail, dan Israfil meninggalkan Nabi Ibrahim, mereka melanjutkan perjalanan menuju Nabi Luth as. Di sana mereka berubah wujud menjadi pemuda yang tampan. Lalu para malaikat bertamu ke kediaman Nabi Luth as di waktu sore hari.
Kedatangan tamu itu membuat Nabi Luth as merasa takut. Karena Nabi Luth as sudah melakukan perjanjian tidak akan menerima tamu lagi. Namun nyatanya tamu spesial para Malaikat ini tidak bisa dibiarkan menginap di tempat lain.
Keterangan lain menyebutkan bahwa para malaikat itu berangkat di siang hari dan bertemu dengan salah satu putri Nabi Luth as yang sedang mengambil air di sungai untuk keluarganya. Ketika para malaikat menanyakan tentang tempat tinggal putri Nabi Luth, ia mewanti-wanti agar mereka tidak masuk ke kota Sadum. Para tamu itu diceritakan sudah masuk di kediaman Nabi Luth dengan keadaan tidak ada seorang pun yang mengetahui kedatangan mereka kecuali keluarga Nabi Luth. Namun istrinya memberitahukan hal itu kepada para lelaki kaum Nabi Luth. Sehingga kaum Nabi Luth bergegas menghampiri kediaman Nabi Luth.
Peristiwa Datangnya Siksa
Nabi Luth as mencegah dan melarang kaumnya untuk masuk ke kediaman Nabi Luth as. Hal ini ditandai dengan dikuncinya pintu rumah dalam keadaan kaumnya bermaksud untuk membuka pintu itu. Nabi Luth as terus menasihati mereka dari dalam rumah dan tetap melarang mereka masuk. Ketika kondisi sudah sangat memanas, Nabi Luth sampai menyatakan bahwa kaumnya hampir layak mendapatkan siksaan. Sehingga pada saat itu tamu Nabi Luth as menyatakan bahwa mereka adalah utusan Allah dan menenangkan Nabi Luth serta akan membelanya.
Malaikat Jibril keluar dari rumah memukul mereka dengan ujung sayapnya sampai mereka semua terluka dan pergi meninggalkan rumah Nabi Luth. Lalu para malaikat itu menyuruh Nabi Luth as beserta keluarganya untuk pergi meninggalkan kota Sadum di penghujung malam. Para malaikat menasihati Nabi Luth dan keluarganya untuk tidak melihat ke belakang ketika terdengar suara siksaan kepada mereka. Namun hal ini tidak berlaku kepada istrinya karena istrinya menjadi orang yang ditinggalkan. Istri Nabi Luth bernama Walihah dan istri Nabi Nuh bernama Walighoh. Siksaan kepada kaum Nabi Luth turun di waktu subuh.
Nabi Luth pergi di penghujung malam bersama kedua putrinya. Nabi Luth bersama kedua putrinya berhasil keluar dari kota Sadum pada pagi hari. Dan ketika itu lah siksaan Allah SWT diturunkan.
Malaikat Jibril menarik rumah-rumah kaum Nabi Luth hanya dengan ujung sayapnya. Di kota Sadum terdapat 7 daerah yang jumlah seluruh penduduknya lebih dari 400.000 orang. Malaikat Jibril mengangkat mereka semua termasuk hewan-hewan dan rumah-rumah mereka sampai ke langit. Bahkan para malaikat langit sampai bisa mendengar jeritan ayam dan anjing mereka. Setelah itu apa yang semua diangkat dijatuhkan lagi ke bumi dengan terbalik. Setelah itu mereka dihujani batu yang terbuat dari tanah yang keras.
Sekian saja pembahasan tentang ngobrol pintar kisah kaum Nabi Luth as. Semoga bermanfaat.
Baca juga:

0 Response to "Kisah Kaum Nabi Luth: Lengkap "
Post a Comment