Gelar Nabi Ibrahim as: 4 Kisah Menarik
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan ngobrol pintar tentang gelar Nabi Ibrahim as yang diberikan oleh Allah SWT. Siapa itu Nabi Ibrahim as? Nabi Ibrahim as adalah ayah dari Nabi Ismail dan Nabi Ishaq. Nabi Ibrahim merupakan garis keturunan kakek moyang dari Nabi Muhammad Saw.
Berikut ini gelar nabi Ibrahim as
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَإِذِ ٱبۡتَلَىٰٓ إِبۡرَٰهِـۧمَ رَبُّهُۥ بِكَلِمَٰتٍ فَأَتَمَّهُنَّ ۖ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا ۖ قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۖ قَالَ لَا يَنَالُ عَهۡدِي ٱلظَّٰلِمِينَ
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, "Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia." Dia (Ibrahim) berkata, "Dan (juga) dari anak cucuku?" Allah berfirman, "(Benar, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.""
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 124)
1. Allah SWT menjadikan Nabi Ibrahim as sebagai pemimpin
Ayat tersebut menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim as dijadikan pimpinan bagi umat manusia. Hal tersebut merupakan anugerah dari Allah karena Ibrahim as telah melaksanakan perintah Allah yang termasuk di dalamnya adalah khitan. Nabi Ibrahim as memohon permintaan kepada Allah agar gelar ini juga disandingkan kepada keturunannya. Maka Allah mengabulkannya dengan catatan bahwa gelar pimpinan manusia ini tidak akan jatuh kepada orang-orang yang dzolim.
Hal ini bisa dibuktikan dari fakta sejarah yang menyebutkan bahwa dua putra Nabi Ibrahim as yakni Nabi Ismail dan Nabi Ishaq menjadi seorang nabi yang memiliki banyak keturunan yang juga seorang nabi. Dari Nabi Ishaq banyak sekali keturunannya yang menjadi Nabi dan diakhir oleh Nabi Isa. Dan dari Nabi Ismail as yang menjadi Nabi itu hanya satu namun pangkat dan kedudukannya adalah yang tertinggi yaitu Nabi Besar Muhammad Saw.
2. Allah SWT memberikan pelajaran kepada Nabi Ibrahim tentang asma Allah Dzat Maha Menghidupkan
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ رَبِّ أَرِنِي كَيۡفَ تُحۡيِ ٱلۡمَوۡتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمۡ تُؤۡمِن ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِن لِّيَطۡمَئِنَّ قَلۡبِي ۖ قَالَ فَخُذۡ أَرۡبَعَةً مِّنَ ٱلطَّيۡرِ فَصُرۡهُنَّ إِلَيۡكَ ثُمَّ ٱجۡعَلۡ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِّنۡهُنَّ جُزۡءًا ثُمَّ ٱدۡعُهُنَّ يَأۡتِينَكَ سَعۡيًا ۚ وَٱعۡلَمۡ أَنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ
"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, "Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati." Allah berfirman, "Belum percayakah engkau?" Dia (Ibrahim) menjawab, "Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap)." Dia (Allah) berfirman, "Kalau begitu, ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu, kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera." Ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 260)
Nabi Ibrahim as meminta kepada Allah untuk diperlihatkan bagaimana Allah menghidupkan bangkai. Lalu Allah mengabulkan permintaan itu. Allah menyuruh Nabi Ibrahim as untuk mencincang burung. Kemudian bagian-bagian cincangannya itu disimpan di tempat yang berbeda-beda. Kemudian Allah memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim as daging-daging dan bulu-bulu beterbangan menjadi menyatu kembali dan menjadi hidup. Bagi Allah tidak ada yang sulit. Allah Dzat Maha Kuasa Maha Hidup Maha Menghidupkan.
3. Nabi Ibrahim bukan seorang Yahudi dan juga bukan seorang Nasrani
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا كَانَ إِبۡرَٰهِيمُ يَهُودِيًّا وَلَا نَصۡرَانِيًّا وَلَٰكِن كَانَ حَنِيفًا مُّسۡلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ
"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, muslim, dan dia tidaklah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 67)
Allah SWT menyucikan Nabi Ibrahim as dari kelompok-kelompok yang memusyrikan dan membangkang kepada Allah. Maksud dari ayat ini adalah Allah menegaskan kemusliman dan kepasrahan diri Nabi Ibrahim as kepada Allah. Yang mana hal ini tidak dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.
4. Nabi Ibrahim as diberikan gelar Khalilullah
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَنۡ أَحۡسَنُ دِينًا مِّمَّنۡ أَسۡلَمَ وَجۡهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحۡسِنٞ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبۡرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبۡرَٰهِيمَ خَلِيلًا
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan-(Nya)."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 125)
Dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim bertanya kepada malaikat Izrail di kediaman Nabi Ibrahim. Pertanyaan yang dilontarkan adalah apa yang membuat Allah menjadikanku sebagai kekasih? Jawaban malaikat Izrail adalah karena Nabi Ibrahim banyak memberi kepada manusia dan tidak meminta jasanya.
Bangunan Nabi Ibrahim as di Surga
Rasulullah Saw bersabda:
«إِنَّ فِي الْجَنَّةِ قَصْرًا أَحْسَبُهُ قَالَ: مِنْ لُؤْلُؤَةٍ لَيْسَ فِيهِ فَصْمٌ وَلَا وَهْنٌ، أَعَدَّهُ اللَّهُ لِخَلِيلِهِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ نُزُلًا»
Artinya: Sesungguhnya di surga ada bangunan yang aku memperkirakannya. Rasul Saw bersabda, dari mutiara yang tidak patah dan tidak lemah. Allah menyiapkan bangunan itu untuk kekasih-Nya yaitu Nabi Ibrahim as sebagai pemberian.
Gambaran Nabi Ibrahim as
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Ahmad, kita akan melihat suatu keterangan yang menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim as memiliki gambaran seperti Nabi Muhammad Saw.
Demikian pembahasan tentang gelar Nabi Ibrahim as yang diberikan oleh Allah SWT. Semoga bermanfaat.
Baca juga:

0 Response to "Gelar Nabi Ibrahim as: 4 Kisah Menarik"
Post a Comment