Kisah Teladan Nabi Nuh: Syukur, Puasa, dan Haji

muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kisah teladan Nabi Nuh: pujian dan rasa syukur kepada Allah. Nabi Nuh merupakan salah satu dari lima rasul Ulul Azmi. Ujian yang diterimanya sangatlah berat. Usia yang panjang dikelilingi dengan umat yang membangkang menjadi ujian yang tak bisa dihiraukan.

Kisah Teladan Nabi Nuh



Berikut ini kisah teladan Nabi Nuh.


1. Nabi Nuh hamba yang bersyukur


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍ ۗ اِنَّهٗ كَانَ عَبْدًا شَكُوْرًا

"(Wahai) keturunan orang yang Kami bawa bersama Nuh. Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur.""
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 3)

Diceritakan bahwa Nabi Nuh bertahmid (memuji Allah) dalam segala aktivitasnya. Pujian Nabi Nuh kepada Allah diantaranya atas makanan, minuman, dan pakaiannya. Dalam hal ini, Rasulullah Saw bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبُ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدُهُ عَلَيْهَا

Artinya: Sesungguhnya Allah pasti akan meridhoi seorang hamba yang memakan makanan lalu memuji Allah atas makanan itu atau meminum minuman lalu memuji Allah atas minuman itu.

Pada intinya, orang yang bersyukur adalah orang yang melakukan berbagai ketaatan baik yang bersifat hati, ucapan, maupun perbuatan. Di antara ketaatan hati adalah senantiasa berdzikir kepada Allah. Di antara ketaatan lisan adalah membaca Al-Qur'an. Dan di antara ketaatan perbuatan adalah menolong orang lain.

Sebuah syair menjelaskan hal ini:

أَفَادَتْكُمُ النَّعْمَاءُ مِنِّي ثَلَاثَةً ... يَدِي وَلِسَانِي وَالضَّمِيرَ الْمُحَجَّبَا

Artinya: Ni'mat-ni'mat itu memberikan tiga arti kepada kalian dariku; tanganku, lisanku, dan hati yang tersimpan.

2. Nabi Nuh Rajin Berpuasa


Sabda Rasulullah Saw:

صَامَ نُوحٌ الدَّهْرَ إِلَّا يَوْمَ الْفِطْرِ، وَيَوْمَ الْأَضْحَى

Artinya: Nuh berpuasa selama satu tahun penuh kecuali pada hari raya idul Fitri dan idul Adha.

Dalam hadits lain, diceritakan bahwa para Nabi memiliki amalan puasa yang sangat luar biasa. Rasulullah Saw bersabda:

صَامَ نُوحٌ الدَّهْرَ إِلَّا يَوْمَ الْفِطْرِ، وَالْأَضْحَى، وَصَامَ دَاوُدُ نِصْفَ الدَّهْرِ، وَصَامَ إِبْرَاهِيمُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ صَامَ الدَّهْرَ وَأَفْطَرَ الدَّهْرَ

Artinya: Nuh berpuasa setahun penuh kecuali hari raya idul Fitri dan hari raya idul Adha; Dawud berpuasa setengah tahun (berselang tiap satu hari); Ibrahim berpuasa 3 hari dari setiap bulan, berpuasa setahun penuh dan berbuka setahun penuh.

3. Nabi Nuh Berhaji


Rasulullah Saw berkisah kepada Abu Bakar ketika mereka melewati lembah Usfan. Lembah Usfan merupakan lembah yang pernah dilewati Nabi Nuh, Nabi HUD, dan Nabi Ibrahim dalam rangka melaksanakan ibadah haji. Mereka mengendarai unta merah.

Demikian kisah teladan Nabi Nuh as. Mestinya kita meneladani sosok Nabi Nuh. Karena banyak sekali kisah menarik mengenai perjalanan hidup Nabi Nuh.

Baca juga:

0 Response to "Kisah Teladan Nabi Nuh: Syukur, Puasa, dan Haji"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel