Kisah Nabi Nuh as Beserta Kaumnya: Banjir yang Menimpa Orang-orang Kafir
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kisah Nabi Nuh as. Nabi Nuh as merupakan salah satu dari lima Rasul Ulul Azmi. Nabi Nuh as terkenal dengan peristiwa bahtera dengan banjir besarnya.
Berikut ini kisah Nabi Nuh as beserta kaumnya dan banjir yang menimpa orang-orang kafir.
Nabi Nuh merupakan anak dari Lamak. Berikut silsilahnya: Nuh bin Lamak bin Mattusyalakh bin Khanukh (Idris) bin Yard bin Mahlail bin Qainan bin Anuusy bin Syit bin Adam. Berarti Nuh merupakan keturunan ke-sembilan dari Nabi Adam as. Jarak zaman Nabi Adam kepada Nabi Nuh adalah 126 tahun. Dalam pendapat lain dikatakan bahwa jarak zaman mereka berdua adalah 146 tahun. Dari Adam sampai Nuh terhitung ada 10 generasi.
Ibnu Abbas menyebutkan bahwa semua orang dari zaman Nabi Adam sampai kelahiran Nabi Nuh, semuanya beragama Islam. Namun jika kita menghitung satu generasi itu 100 tahun, maka jarak dari Nabi Adam sampai Nabi Nuh adalah 1000 tahun. Sehingga dari pendapat Ibnu Abbas ini kita bisa menolak pendapat yang menyebutkan bahwa Qabil itu penyembah neraka. Lebih dari itu semua, pendapat yang lebih umum menyebutkan bahwa antara Adam sampai Nuh itu melewati lebih dari 1000 tahun. Hanya Allah yang Maha Mengetahui tentang semua ini.
Tujuan Diutusnya Nabi Nuh as
Secara umum, Nabi Nuh diutus ketika banyak orang yang mulai menyembah berhala dan hal lain selain Allah. Pada saat itu, manusia mulai kehilangan arah dan malah menuju kesesatan dan kekufuran. Maka dari itu berdasarkan rahmat Allah, diutuslah Nabi Nuh as. Dari pendapat ini, muncul lah pendapat yang menyebutkan bahwa Rasul pertama itu adalah Nabi Nuh as; diutus kepada kaumnya yang dikenal dengan nama "Banu Rasib".
Usia Nabi Nuh ketika Diutus
1. Pada usia 50 tahun
2. Pada usia 350 tahun
3. Pada usia 480 tahun
Allah SWT mengisahkan Nabi Nuh di dalam Al-Qur'an pada beberapa surat. Diantaranya surat al-a'raf, surat Yunus, surat Hud, surat al-Anbiya, surat al-Mu'minun, surat as-Syuaro, surat al-ankabut, surat as-shaffat, dan surat al-Qomar. Dalam surat al-A'raf, Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Nuh diutus kepada kaumnya untuk menyampaikan agar mereka menyembah Allah. Nabi Nuh menambahkan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Nabi Nuh juga mewasiatkan kepada kaumnya bahwa Nabi Nuh khawatir kaumnya akan mendapatkan siksa di hari kiamat nanti.
Namun kaumnya malah menyebutkan bahwa Nabi Nuh lah yang sesat. Nabi Nuh lanjut menjelaskan bahwa Nabi Nuh tidak sesat. Melainkan Nabi Nuh adalah utusan Allah. Nabi Nuh juga menyampaikan bahwa apa yang dikatakannya merupakan risalah dari Allah. Apa yang dikatakannya merupakan nasihat. Dan apa yang dikatakannya merupakan hal benar yang diketahuinya dari Allah.
Nabi Nuh melanjutkan dakwahnya dengan menyampaikan bahwa seharusnya mereka tidak heran dengan dakwah Nabi Nuh yang sama seorang manusia seperti mereka. Yang disampaikan Nabi Nuh tidak lain adalah agar mereka mendapatkan peringatan, bertakwa kepada Allah, dan mendapatkan rahmat. Allah menjelaskan bahwa kaumnya membohongkan Nabi Nuh sehingga mereka ditenggelamkan dalam bencana banjir yang besar. Nabi Nuh as dan orang-orang yang beriman diselamatkan dalam bahtera Nabi Nuh.
Kisah Nabi Nuh dalam Surat Yunus
Nabi Nuh pada kesempatan ini menyampaikan kepada kaumnya bahwa penolakan mereka terhadap dakwah Nabi Nuh tidak berarti apa pun. Melainkan hanya membuat Nabi Nuh bertawakal dan berserah diri kepada Allah. Nabi Nuh melanjutkan bahwa jika mereka memiliki rencana buruk kepadanya, maka segera laksanakan lah. Nabi Nuh as dengan ketawakalannya tak gentar sedikitpun.
Penolakan kaumnya terhadap dakwah Nabi Nuh tidak berarti apa pun. Dalam artian tidak perlu ada imbalan baik atau pun buruk kepada Nabi Nuh. Karena sejatinya dakwah Nabi Nuh dilakukan karena Allah.
Allah menjelaskan pula bahwa mereka yang menolak dakwah Nabi Nuh dibinasakan dalam bencana banjir. Sementara Nabi Nuh beserta segelintir orang-orang yang beriman diselamatkan dalam bahteranya. Dan orang-orang yang selamat ini lah yang melanjutkan kehidupan di dunia.
Kisah Nabi Nuh dalam surat Hud
Nabi Nuh memperkenalkan dirinya sebagai seorang pemberi peringatan. Salah satu bentuk peringatan yang diberikan Nabi Nuh adalah agar kaumnya menyembah Allah dengan tanpa disekutukan dan peringatan tentang siksaan di hari kiamat. Sebagian besar dari kaumnya menolak peringatan dari Nabi Nuh. Mereka berdalih bahwa Nabi Nuh tak pantas diikuti dengan alasan Nabi Nuh sama manusia seperti mereka. Juga karena pengikut Nabi Nuh termasuk orang-orang yang hina. Sehingga mereka sampai berpikir bahwa Nabi Nuh berbohong dengan perkataannya.
Nabi Nuh melanjutkan berdialog dengan kaumnya. Nabi Nuh menyampaikan bahwa semua yang dikatakannya itu benar. Nabi Nuh menyatakan tidak akan mengusir orang-orang yang sudah beriman meskipun kalian membenci mereka. Sejatinya orang yang bodoh adalah yang tidak beriman.
Kisah Nabi Nuh dalam surat al-Mu'minun
Kaum Nabi Nuh diterangkan meminta agar yang diutus kepada mereka bukan manusia melainkan harus malaikat. Padahal tetap saja jika pun yang diutus malaikat, mereka tetap tidak akan beriman. Karena hati mereka sudah tertutup untuk menerima hidayah.
Kisah Nabi Nuh dalam surat al-Ankabut
Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun. Banjir besar membinasakan kaum yang ingkar kepada Nabi Nuh. Sedangkan Nabi Nuh dan sebagian kecil orang-orang yang beriman diselamatkan dalam bahtera.
Nabi Nuh yang Terpuji dan Kaumnya yang Hina
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ كَمَاۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلٰى نُوْحٍ وَّالنَّبِيّٖنَ مِنْۢ بَعْدِهٖ ۚ وَاَوْحَيْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ وَيَعْقُوْبَ وَالْاَسْبَاطِ وَعِيْسٰى وَاَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهٰرُوْنَ وَسُلَيْمٰنَ ۚ وَاٰتَيْنَا دَاوٗدَ زَبُوْرًا
"Sesungguhnya Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad) sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi setelahnya, dan Kami telah mewahyukan (pula) kepada Ibrahim, lsmail, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya; 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun, dan Sulaiman. Dan Kami telah memberikan Kitab Zabur kepada Daud."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 163)
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنٰهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَّمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۗ وَكَلَّمَ اللّٰهُ مُوْسٰى تَكْلِيْمًا
"Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 164)
رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا
"Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 165)
Kandungan Kisah Nabi Nuh dan Kaumnya
Masa antara Adam dan Nuh adalah 10 generasi. Dan kesemuanya itu beragama Islam. Kemudian setelah generasi itu habis, umat selanjutnya mulai menyembah berhala. Diantara berhala-berhala itu adalah Wad, Suwa, Yaguts, Yauq, dan Nasr. Mereka semua adalah orang-orang soleh dari kaum sebelum Nabi Nuh.
Kemudian setelah mereka berlima meninggal, setan membisikkan kepada orang-orang agar dibuatkan patung yang dinamai dengan nama orang-orang soleh itu. Pada awalnya, patung-patung itu tidak disembah. Namun lama-kelamaan, patung itu disembah. Kelima berhala ini dikenal sampai pada zaman Nabi Muhammad saw.
Pembuatan patung itu didasarkan pada pemikiran mereka bahwa jika orang soleh itu dibuatkan patung, maka peribadahan akan lebih baik karena kita bisa mengingat orang soleh itu. Hal ini bisa diwajarkan. Namun iblis kemudian merasuki manusia generasi selanjutnya dengan tipuan bahwa nenek moyang mereka menyembah kelima berhala itu. Iblis juga menambahkan bahwa lima berhala itu bisa menurunkan hujan. Muncul lah kesesatan yang nyata karena iblis.
Dikisahkan bahwa Wad merupakan seorang muslim yang sangat dicintai kaumnya. Ketika Wad wafat, kaumnya menginap di sekitar makamnya sambil berduka atas wafatnya Wad. Lantas Iblis melihat peristiwa itu. Dengan akal busuknya, Iblis menjelma menjadi seorang manusia dan mengatakan bahwa akan lebih baik jika Wad dibuatkan patung agar kaumnya dapat mengenang Wad. Seiring berjalannya waktu, patung Wad ada di setiap rumah. Turun temurun di kalangan mereka dikenallah Wad sebagai seorang yang disembah.
Kisah Nabi Nuh sangat panjang sekali dibahas di dalam kitab al-Bidayah wan-Nihayah. Untuk itu akan lebih baik jika kita langsung melihate sumbernya. Dan pembahasan ini dicukupkan sekian.
Baca juga:

0 Response to "Kisah Nabi Nuh as Beserta Kaumnya: Banjir yang Menimpa Orang-orang Kafir "
Post a Comment