Kisah Nabi Idris: Memiliki Kedudukan yang Tinggi

muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang kisah Nabi Idris. Nabi Idris merupakan Nabi dan Rasul ke-dua yang wajib diketahui oleh seorang muslim yang berakal dan sudah mencapai usia baligh.

Kisah Nabi Idris



Kisah Nabi Idris as


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ اِدْرِيْسَ ۖ اِنَّهٗ كَانَ صِدِّيْقًا نَّبِيًّا 

"Dan ceritakanlah (Muhammad) kisah Idris di dalam Kitab (Al-Qur'an). Sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran dan seorang nabi,"
(QS. Maryam 19: Ayat 56)

Idris as memiliki tiga kelebihan:

1. Mendapatkan pujian dari Allah
2. Diangkat menjadi Nabi
3. Termasuk seorang yang benar dan jujur

Nabi Idris as memiliki nama lain yaitu Khanukh. Nabi Idris ini merupakan silsilah sambung dari Nabi Adam menuju Nabi Muhammad saw. Jika dalam urutan kenabian, Nabi Idris ini merupakan Nabi ke-tiga, yaitu setelah Nabi Adam dan Nabi Syit. Jarak kehidupan Nabi Idris as dengan Nabi Adam as itu sekitar 308 tahun.

Ibnu Ishaq sebagai salah seorang ahli sejarah menyebutkan bahwa Nabi Idris as merupakan manusia pertama yang menulis dengan pena. Sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah saw bahwa Nabi Idris merupakan Nabi yang menulis dengan pasir. Namun para ulama menjelaskan bahwa maksud dari keterangan di atas adalah Nabi Idris as hanya menceritakan bahwa di masa depan akan ada tulisan dengan pena di pasir. Kurang lebih seperti itu. Sehingga banyak orang-orang yang tidak mempercayai Nabi Idris as. Karena di masa itu belum ada bentuk tulisan seperti apa yang diceritakan oleh Nabi Idris as.

Nabi Idris as Memiliki Kedudukan yang Tinggi


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

وَّرَفَعْنٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا

"dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi."
(QS. Maryam 19: Ayat 57)

Dalam hadits tentang isra mi'raj, Nabi Idris as ditemui Rasul saw di langit ke-empat. Dijelaskan pula bahwa Allah SWT melipatgandakan amalan Nabi Idris as setiap harinya setingkat dengan seluruh amalan keturunan Nabi Adam agar Nabi Idris as seolah berada di zamannya. Namun Nabi Idris as masih menginginkan yang lebih dari itu, dalam artian ingin amalannya mengungguli seluruh amalan keturunan Nabi Adam as.

Satu malaikat mendatangi Nabi Idris as menyampaikan wahyu dari Allah. Sehingga Nabi Idris meminta kepada malaikat tersebut agar memohon kepada malaikat Izrail untuk menangguhkan ajal Nabi Idris supaya Nabi Idris masih bisa terus menambah amalannya. Malaikat tersebut membawa Nabi Idris menuju langit untuk bertemu malaikat Izrail.

Tepatnya di langit ke-empat, malaikat itu menyampaikan apa yang dipinta Nabi Idris as. Sementara itu Nabi Idris as berdiam di sayap malaikat tersebut. Malaikat Izrail terkaget ketika mengetahui Nabi Idris as turut berada di langit ke-empat. Karena malaikat Izrail diperintah oleh Allah untuk mencabut nyawa Nabi Idris as di langit ke-empat. Maka Nabi Idris as wafat di langit ke-empat.

Perbedaan Nabi Idris dan Nabi Isa di peristiwa langit adalah bahwa Nabi Isa berada di langit dalam keadaan masih hidup. Sedangkan Nabi Idris dibawa ke langit, lalu wafat di langit. Meskipun demikian ada Ulama yang menyebutkan bahwa Nabi Idris pun masih hidup. Hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Benar.

Di antara makna kedudukan tinggi bagi Nabi Idris as antara lain:

1. Diangkat menuju langit dan wafat di sana.
2. Menjadi ahli surga.
3. Bisa hidup di zaman nenek moyangnya yaitu Yard bin Mahlail.

Demikian pembahasan tentang kisah Nabi Idris as. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

0 Response to "Kisah Nabi Idris: Memiliki Kedudukan yang Tinggi "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel