Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian Berdasar Keterangan Hadits dan Perkataan Ulama
Muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membicarakan tentang mengingat dan mempersiapkan diri menghadapi kematian. Kita akan membahas sebuah hadis dan keterangan dari para ulama. Kematian itu merupakan hal yang pasti. Kita melihat tumbuhan dan hewan mati satu persatu silih berganti. Bahkan kita sebagai manusia pun akan mati. Kita semua memiliki kakek, nenek, buyut, dan sebagian dari mereka sudah mengalami apa yang disebut dengan kematian.
Firman Allah SWT:
كل نفس ذائقة الموت
Setiap jiwa pasti akan merasakan kematian.
Hadits Rasulullah saw:
اكثروا ذكر هاذم اللذات انما القبر روضة من رياض الجنة او حفرة من حفر النيران
Artinya: Sering-sering lah kalian mengingat kematian. Sungguh kubur itu bisa termasuk taman-taman surga atau jurang-jurang neraka.
Keterangan dari Ka'ab (Salah satu sahabat Nabi saw)
Kematian itu seperti batang pohon yang berduri yang dimasukkan ke dalam kerongkongan manusia. Lalu setiap durinya menusuk urat-urat kerongkongan manusia. Kemudian Malaikat Maut yaitu Izroil mencabut kembali batang berduri itu. Sehingga sebagian dari batang itu tercabut keluar dari kerongkongan manusia dan sebagiannya lagi tetap ada pada kerongkongan manusia.
Refleksi dari Keterangan Ka'ab
Sebagai seorang yang beriman, kita harus percaya dengan keterangan yang disampaikan oleh sahabat Nabi saw. Dalam pembahasan kali ini, Ka'ab memberikan keterangan tentang dahsyatnya sakarotul maut. Sebagaimana kita ketahui bahwa semua manusia akan mati termasuk kita, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Kita harus memperbanyak amal soleh dan memperbaiki kualitasnya sehingga kita menjadi orang-orang yang "muqorrobin" (mendekatkan diri kepada Allah SWT). Ketika seseorang sudah termasuk muqorrobin, maka kita tinggal berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menghadapi sakarotul maut.
Keterangan dari Sufyan Tsauri
Sufyan Tsauri adalah seorang ulama soleh dan berhati bersih. Beliau memiliki keimanan yang tinggi dalam mengingat kematian. Dikisahkan bahwa apabila Sufyan Tsauri mengingat mati, hari-hari yang dilaluinya begitu hampa dari keduniawian karena merasa takut akan dahsyatnya kematian. Beliau tidak ingin berinteraksi dengan manusia karena hatinya sedang diliputi keimana akan dahsyatnya sakarotul maut.
Refleksi dari Keterangan Sufyan Tsauri
Sufyan Tsauri adalah salah seorang yang menjalankan peribadahan seorang muqorrobin. Beliau mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan berbagai peribadahan yang dicontohkan dan disunahkan oleh Rasulullah saw. Sehingga buah dari amalannya, Beliau diberikan rasa takut akan kematian sehingga membuatnya menyibukkan diri mempersiapkan untuk menghadapi kematian.
Keterangan dari Hatim al-Asomm
Sama halnya seperti Sufyan Tsauri, Hatim al-Asomm juga merupakan ulama sufi. Beliau menuturkan bahwa ada 4 hal yang tidak akan diketahui ukurannya kecuali dengan 4 hal lainnya.
1. Kadar kepemudaan tidak akan bisa diketahui kecuali oleh orang tua
2. Kadar kewarasan tidak akan bisa diketahui kecuali oleh orang yang mendapat ujian
3. Kadar sehat tidak akan bisa diketahui kecuali oleh orang yang sakit
4. Kadar kehidupan tidak akan bisa diketahui kecuali oleh orang yang mangalami kematian
Refleksi dari Keterangan Hatim al-Asomm
Beliau menuturkan sesuatu yang sangat luar biasa. Karena pada faktanya, banyak orang tua yang menyesali masa mudanya. Banyak juga orang yang sedang mengalami ujian membayangkan kehidupan yang bahagia. Banyak pula orang yang sakit membayangkan ni'mat sehat. Dan banyak pula orang yang mati menyesali waktu hidupnya yang sia-sia.
Keterangan dari Amr bin Ash (Sahabat Nabi saw)
Amr bin Ash bercerita kepada putranya tentang kematian. Beliau berkisah bahwa seseorang yang sakarotul maut itu seolah sedang memikul gunung Radlwa. Seakan-akan ruhnya dikeluarkan dari lubang jarum. Seakan-akan di dalam kerongkongannya ada batang pohon yang berduri. Seakan-akan langit dijatuhkan ke bumi.
Amr bin Ash membayangkan tiga keadaan yang mana mungkin saja beliau meninggal pada tiga keadaan itu.
1. Amr bin Ash pernah memusuhi Nabi saw. Beliau bergusar, andaikan Allah mencabut nyawanya pada kala itu maka merugi lah beliau.
2. Amr bin Ash pernah dipercaya memimpin pasukan perang. Beliau menutur bahwa beliau sangat ingin mati dalam keadaan itu.
3. Amr bin Ash menjadi orang yang kaya raya. Beliau sangat khawatir dan takut dengan keadaan tersebut karena beliau yakin bahwa harta yang dimilikinya akan dihisab.
Refleksi dari Keterangan Amr bin Ash
Betapa dahsyatnya sakarotul maut yang akan dirasakan oleh seseorang. Hal itu yang mengharuskan dan mendorong kita untuk mempersiapkan diri menghadapi kematian. Lihatlah bagaimana keinginan-keinginan luhur dari Amr bin Ash yang harus kita tauladani.
Refleksi dari Syaqiq bin Ibrohim
Empat perkataan manis manusia yang berbeda dengan perilakunya:
1. Orang-orang berkata bahwa mereka itu hamba Allah tetapi perilakunya mencerminkan seperti orang-orang yang berkuasa dan raja
2. Orang-orang berkata bahwa Allah yang menjamin rizki mereka, tetapi hati mereka gusar ketika kehilangan harta dan dunia
3. Orang-orang berkata bahwa akhirat lebih baik dari dunia tetapi mereka mengumpulkan harta seolah akan hidup selamanya di dunia
4. Orang-orang berkata bahwa mereka pasti akan mati tetapi perilakunya mencerminkan orang yang tidak akan mati
Simpulan Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian
Untuk simpulan, mari kita simak penerangan Rasulullah saw tentang hal ini:
Ada tiga hal yang membuatku aneh sehingga Aku tertawa:
1. Orang yang memikirkan dunia padahal kematian akan menjemputnya
2. Orang yang lalai kepada Allah padahal Allah tidak lalai kepadanya
3. Orang yang tertawanya memenuhi mulutnya padahal dia tidak mengetahui apakah Allah membencinya atau meridloinya
Ada juga tiga hal yang membuatku sedih sampai Aku menangis:
1. Berpisah Rasulullah saw dan para Sahabatnya dengan umatnya karena kematian
2. Peristiwa sakarotul maut
3. Menghadap Allah; kita tidak tahu apakah kita termasuk ahli surga atau ahli neraka

0 Response to "Mempersiapkan Diri Menghadapi Kematian Berdasar Keterangan Hadits dan Perkataan Ulama"
Post a Comment