Hadits: Pemanfaatan Masa dan Waktu
Muqoddimahku.com - Assalamualaikum, salam sejahtera saya ucapkan bagi kita semua. Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa situs ini berisikan tentang konten-konten keagamaan. Yang mana salah satu kontennya adalah tema hadis.
Ada sebuah hadis tentang pemanfaatan waktu dan masa yang sangat populer, menarik untuk diperbincangkan, dan sangat baik untuk diamalkan. Dalam sebuah hadits yang banyak dicutat dalam berbagai kitab, saya menuliskan hadits yang ada di dalam kitab tanbihul ghofilin karya Abu Laits as-Samarkandi. Abu Laits menutur bahwa dalam hadits ini Nabi saw menasihati salah seorang sahabat.
Simaklah hadits berikut ini.
قال النبي صلى الله عليه وسلم اغتنم خمسا قبل خمس شبابك قبل هرمك وصحتك قبل سقمك وفراغك قبل شغلك وغناك قبل فقرك وحياتك قبل موتك
Artinya: Nabi Saw bersabda: Carilah keuntungan dari lima hal sebelum datang lima hal yang menjadi lawannya. 1) Masa muda sebelum tua 2) sehat sebelum sakit 3) senggang sebelum sibuk 4) kaya sebelum miskin 5) hidup sebelum mati.
Pemanfaatan Waktu dan Masa Berdasarkan Hadits di atas
Penjelasan dari Abu Laits as-Samarkandi
Pada lima hal ini terdapat ilmu yang sangat banyak yang dikumpulkan oleh Baginda Rasul Muhammad saw. Simak penjelasannya berikut ini.
Muda sebelum tua
Abu Laits memberikan dua sudut pandang dalam menjelaskan poin pertama ini. Sudut pandang pertama adalah bagaimana agar seorang pemuda banyak melakukan amal baik di masa mudanya. Seseorang memiliki kemampuan untuk beramal pada masa mudanya. Sedangkan pada masa tua nanti kemampuan yang dimiliki seseorang akan menurun. Dengan logika berpikir seperti ini maka seorang pemuda diharapkan bersemangat untuk beramal baik selagi diberikan kekuatan oleh semangat mudanya. Berbeda ketika dia sudah mencapai usia tua renta yang mana akan merasakan lemah dalam melakukan aktifitas termasuk di dalamnya peribadahan.
Sudut pandang kedua adalah dari segi bagaimana agar seorang pemuda meninggalkan kemaksiatan. Jika seorang pemuda membiasakan diri melakukan kemaksiatan, maka ketika tua nanti dia akan sulit melakukan amal baik karena sudah terbiasa melakukan amal buruk. Maka dari itu, dia diharapkan bisa memanfaatkan masa mudanya untuk amal baik agar dia terbiasa melakukan amal baik di masa tuanya.
Sehat sebelum sakit
Kondisi sehat itu merupakan kondisi bugar bagi seseorang untuk mengeksplorasi kemampuan dirinya dalam berbagai hal. Seseorang yang mengamalkan hadits ini diharapkan memanfaatkan kondisi sehatnya untuk berusaha beramal soleh dengan dengan mengeksplorasi dirinya dan juga hartanya. Karena apabila dia sakit, dia tidak akan bisa beramal karena kondisi badan yang lemah dan kondisi harta yang akan dibelanjakan untuk mengobati dirinya.
Senggang sebelum sibuk
Abu Laits menjelaskan bahwa manusia itu memiliki waktu senggang di malam hari dan memiliki waktu sibuk di siang hari. Maka dari itu cara mengambil keuntungan di waktu senggang yaitu di malam hari adalah dengan melaksanakan solat malam. Dan karena pada siang hari seseorang biasanya sibuk, maka lakukan ibadah puasa di siang harinya.
Hal yang menarik adalah bagi beberapa wilayah yang biasa mendapatkan musim dingin. Sabda Nabi saw:
الشتاء غنيمة المؤمن طال ليله فقامه وقصر نهاره فصامه
Artinya: Musin dingin merupakan keuntungan bagi seorang mukmin. Malamnya panjang sehingga ia bisa solat malam. Dan siangnya pendek sehingga ia bisa berpuasa.
Sabda Nabi saw pada riwayat lain:
الليل طويل فلا تقصره بمنامك والنهار مضيئ فلا تكدره بآثامك
Artinya: Malam itu panjang; maka jangan mempersempitnya dengan tidurmu. Sedangkan siang itu terang-benderang; maka jangan kotori siang dengan dosa-dosamua.
Kaya sebelum miskin
Abu Laits menjelaskan bahwa jika seseorang ridlo dengan apa yang diberikan Allah SWT kepadanya maka ambilah keuntungan pada hal tersebut. Jangan sampai seseorang menginginkan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain dalam artian tamak (rakus).
Hidup sebelum mati
Abu Laits menjelaskan bahwa selama kita hidup, maka kita masih punya kesempatan untuk beramal. Berbeda dengan pada saat kita mati nanti, amal-amal kita akan terputus. Dalam artian kita sudah tidak bisa beramal lagi.
Maka dari itu sepantasnya kita tidak boleh menyia-nyiakan hari-hari kita malah sebaliknya kita harus mengambil keuntungan dan memanfaatkan hari-hari dan umur yang telah Allah SWT berikan kepada kita.
Jangan sampai kita menghabiskan waktu kita terbuang sia-sia. Sebuah peribahasa mengatakan bahwa kita menghabiskan masa kecil untuk bermain, menghabiskan masa muda untuk bercanda-ria, dan menghabiskan masa tua dengan sakit dan renta; lalu dimana waktu kita untuk Allah SWT.
Penjelasan yang lebih dalam dari Abu Laits adalah kita tidak akan bisa beribadah setelah datangnya kematian. Baiknya kita berusaha untuk memenuhi waktu hidup untuk beribadah kepada Allah SWT dan mempersiapkan diri untuk kedatangan Malaikat Maut dan mengingat tentang mati di setiap waktu. Karena sesungguhnya kematian tidak pernah melupakan kita.
Penjelasan Umum
Dalam menjelaskan suatu dalil, salah satu metodenya adalah melihat kata per kata. Hadits di atas secara menjelaskan tentang pemanfaatan waktu. Dalam keterangan lain disampaikan bahwa waktu itu seperti pedang. Kita harus bisa menggunakannya; jangan sampai pedang itu melukai diri kita sendiri.
Hadits ini berkaitan juga dengan suasana seram di dalam kematian. Karena jika disandingkan dengan sebuah pertanyaan, "mengapa kita harus mengambil keuntungan dari kelima hak di atas?". Jawabannya adalah karena kita semua akan mati. Dan kematian itu bisa datang kapan saja.
Beberapa Faidah
1. Saling menasehati itu hukumnya wajib.
2. Allah SWT menciptakan segala hal berpasangan.
3. Dunia itu bukan tempat kebahagiaan abadi dan bukan pula tempat kesengsaraan abadi.

0 Response to "Hadits: Pemanfaatan Masa dan Waktu"
Post a Comment