Ceramah Kultum Ramadhan Singkat untuk 30 hari: Etika Membaca al-Qur’an

Muqoddimahku.com – Pada kesempatan kali ini kita akan kembali memberikan contoh ceramah kultum ramadhan singkat. Ceramah ramadhan ini akan disajikan untuk 30 hari selama satu bulan Ramadhan. Judul ceramah ramadhan yang akan kita bahas sekarang adalah etika membaca al-qur’an.

Ceramah kultum ramadhan singkat ini akan disediakan dalam bentuk pdf yang nantinya bisa didownload pada linknya. Namun pada artikel ini akan dibahas juga beberapa poin mengenai etika membaca al-qur’an.


Download PDF Ceramah Kultum Ramadhan Singkat untuk 30 hari: Etika Membaca al-Qur’an

ceramah kultum ramadhan



Etika Membaca Al-Qur’an


Di antara etika-etika dalam membaca al-Quran adalah memiliki niat yang ikhlas. Mengapa kita harus memiliki niat yang ikhlas dalam membaca al-Qur’an? Karena membaca al-Qur’an itu adalah suatu ibadah. Sedangkan dalam beribadah, kita semua harus memurnikan dan mengikhlaskan niat kita dalam beribadah. Allah swt berfirman:

فَادْعُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

Artinya: Maka berdoalah kepada Allah dalam keadaan ikhlas berpegang teguh pada agama Allah.
Nabi kita Muhammad saw juga bersabda:

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ وَابْتَغُوا بِهِ وَجْهَ اللهِ عزَّ وجلَّ

Artinya: Bacalah al-Qur’an dan carilah keridloan Allah dengan membaca al-Qur’an.

Di antara etika membaca al-Qur’an adalah kita harus membaca al-Qur’an dengan hati yang hadir mempelajari apa yang kita baca dan memahami makna-maknanya. Hati kita harus khusyu dalam membaca al-Qur’an. Dan juga kita harus berusaha sedang bercengkerama dengan Allah karena sesungguhnya al-Qur’an itu adalah firman-Nya.

Di antara etika membaca al-Qur’an adalah kita harus berada di dalam keadaan suci. Oleh karena itu seseorang yang junub tidak disarankan untuk membaca al-Qur’an. Namun jika seseorang yang junub ingin membaca al-Qur’an, maka bacalah ayat-ayat doa di dalam al-Qur’an namun tidak boleh diniatkan membaca al-Qur’an, melainkan niatkanlah berdzikir kepada Allah. Contohnya apa? Misalnya:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Ini merupakan ayat di dalam al-Qur’an namun suka digunakan untuk berdoa.

Termasuk etika membaca al-Qur’an adalah membacanya di tempat-tempat terbaik dan tidak kotor. Kita tidak disarankan membaca al-Qur’an di toilet atau tempat yang digunakan untuk toilet.

Di antara membaca al-Qur’an lagi adalah membacanya dimulai dengan berlindung kepada Allah dari godaan setan dengan membaca:

اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Hal ini sesuai dengan firman Allah:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: Maka jika kamu membaca al-Qur’an berlindunglah kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.

Setelah membaca perlindungan kepada Allah, bacalah basmalah. Namun ada satu surat yang tidak disarankan membaca basmalah, yaitu surat at-Taubah. Jadi pada surat at-Taubah dicukupkan hanya membaca perlindungan saja.

Di antara etika membaca al-Qur’an adalah memerdukan suara dan membacanya dengan tartil. Disunatkan pula kita bersujud pada ayat-ayat sajdah yang telah ditandai dalam berbagai mushaf.

Itulah di antara pembahasan mengenai etika membaca al-qur’an yang dibuat dalam bentuk ceramah kultum ramadhan singkat untuk 30 hari dan bisa didownload pada link yang disediakan.

0 Response to "Ceramah Kultum Ramadhan Singkat untuk 30 hari: Etika Membaca al-Qur’an"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel