Bahasan al-isra ayat 23
Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan pembahasan mengenai surat al-isra ayat 23. Ayat tersebut telah disertakan dalam artikel ceramah singkat tentang ibu yang berjudul, “Jangan Menyakiti Kedua Orang Tua”. Saya merasa bahwa perlu dilakukan pembahasan yang lebih dalam mengenai ayat ini dalam artikel bahasan.
Baca juga:
Bahasan al-Isra ayat 23
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Artinya: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Ayat ini merupakan salah satu ayat yang menjelaskan tentang keharusan berbakti kepada kedua orang tua. Pada perinciannya, ayat ini menjelaskan apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh seorang anak kepada kedua orang tuanya.
Untuk menjelaskan ayat ini, saya akan membaginya pada beberapa bagian. Bagian pertama, perintah beribadah. Bagian kedua, larangan berkata buruk. Bagian ketiga, larangan berlaku buruk. Bagian keempat, perintah berkata dan berlaku baik.
Bagian I
Pada bagian pertama, Allah memerintahkan kita untuk menyembah-Nya. Di dalam penyembahannya itu, kita tidak boleh menyekutukan Allah dengan selainnya dalam bentuk apa pun. Penyembahan kepada Allah mencakup perilaku ibadah. Sedangkan larangan menyekutukan Allah mencakup perilaku iman. Jadi, seorang hamba dituntuk untuk beriman dan berislam sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Bagian II
Pada bagian kedua, Allah melarang hambanya untuk berkata buruk dan kotor kepada kedua orang tua. Hal ini merupakan salah satu bentuk berbakti kepada kedua orang tua. Inti dari perkataan kotor adalah menghasilkan rasa sakit pada hati orang tua.
Karena itu, perkataan kotor yang dapat menyakiti kedua orang tua terbagi kepada dua hal. Pertama, perkataan kotor yang ditujukan kepada kedua orang tua. Kedua, perkataan kotor yang ditujukan kepada orang lain tetapi di hadapan orang tua atau dengan sepengetahuan orang tua.
Kedua jenis perkataan kotor di atas sama-sama menimbulkan rasa sakit di hati kedua orang tua. Maka dari itu hal ini dilarang oleh Allah. Sejalan dengan larangan-Nya, “maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" (salah satu contoh perkataan yang dapat menyakiti orang tua)”.
Bagian III
Pada bagian ketiga, Allah melarang hamba-Nya berlaku buruk kepada kedua orang tua. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk berbakti kepada kedua orang tua. Sama seperti perkataan yang buruk, berlaku buruk pun dapat menimbulkan rasa sakit hati di orang tua.
Masih sama seperti perkataan yang buruk, berlaku buruk pun dikategorikan pada dua hal. Pertama, perlakuan buruk secara langsung kepada kedua orang tua. Kedua, perlakuan buruk yang dilakukan kepada orang lain tetapi dalam sepengetahuan kedua orang tua.
Kedua hal itu sama akan menyakiti kedua orang tua. Maka dari itu Allah melarang hambanya berperilaku buruk seperti itu. Hal ini ditegaskan dalam firman-Nya, “dan janganlah kamu membentak mereka”. Membentak erat kaitannya dengan perkataan yang tinggi dan kasar. Tetapi para ulama menjelaskan bahwa membentak di sini dimaksudkan berperilaku buruk seperti memukul orang tua.
Bagian IV
Setelah adanya larangan berkata dan berperilaku buruk, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berkata dan berperilaku baik kepada kedua orang tua. Tujuan dari perkataan dan perilaku yang baik adalah untuk menghadirkan rasa gembira di hati kedua orang tua.
Perintah ini ditegaskan dalam firman-Nya, “dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. Secara tersurat potongan ayat tersebut memerintahkan untuk berucap yang baik. Tetapi para ulama menjelaskan lebih dalam lagi bahwa Allah memerintahkan berucap dan berperilaku yang baik.
Bijak dalam Pemahaman
Ada dua objek dari perintah Allah pada ayat ini. Pertama, beribadah kepada Allah. Kedua, berbakti kepada kedua orang tua. Ayat ini merupakan salah satu ayat dari beberapa ayat yang menjelaskan tentang perintah berbakti kepada kedua orang tua. Dan perlu kita ketahui bersama bahwa kedua objek dari perintah Allah semacam ayat ini selalu beriringan; perintah beribadah kepada Allah diiringi dengan perintah berbakti kepada kedua orang tua.
Apa yang kita dapat dari keunikan ini? Memang ada beberapa hal yang saya dapatkan dari ayat ini agar menghasilkan pemahaman yang bijak. Salah satunya adalah bahwa kedua perintah ini dilaksanakan secara beriringan. Maksudnya adalah perintah beribadah kepada Allah dengan perintah berbakti kepada kedua orang tua itu memiliki bentuk yang berbeda. Tetapi satu sama lain saling berkaitan sehingga tidak bisa hanya dilakukan salah satunya saja.
Pemahaman berikutnya adalah bahwa perintah yang lain membuktikan perintah yang utama. Katakan saja bahwa perintah berbakti kepada kedua orang tua adalah bukti dari peribadahan kepada Allah. Jadi, peribadahan seorang hamba bisa jadi sia-sia dikarenakan hilangnya berbakti kepada kedua orang tua.
Pada intinya ayat ini menjelaskan tentang perintah beribadah kepada Allah dan perintah berbakti kepada kedua orang tua. Semudah itu kita memahami ayat ini, sekuat-kuatnya kita mengamalkannya.
Semoga tulisan ini bermanfaat dan apabila ada yang tidak berkenan atau mendukung tulisan ini, silakan tinggalkan komentar atau hubungi kontak.

0 Response to "Bahasan al-isra ayat 23"
Post a Comment