Kisah Qabil dan Habil: Lengkap dengan Uraian
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan ngobrol pintar tentang kisah Qabil dan Habil. Mereka berdua adalah putra Nabi Adam as. Terdapat kisah yang penuh hikmah dan sejarah pada hidup mereka.
Kisah Qabil dan Habil
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَـقِّ ۘ اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِ ۗ قَالَ لَاَقْتُلَـنَّكَ ۗ قَالَ اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ
"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa.""
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 27)
Keterangan Para Sahabat
Nabi Adam as menikahkan putra-putra lelakinya dengan wanita yang tidak sekelahiran dengan putra tersebut. Habil akan dinikahkan dengan wanita yang lahir bersama Qabil. Wanita tersebut sangatlah cantik. Sampai Qabil menginginkan juga dinikahkan dengan wanita sekelahirannya itu.
Qurban Qabil dan Habil
Habil merupakan seorang penggembala. Ia berkurban dengan domba yang gemuk. Sedangkan Qabil berkurban dengan seikat hasil panen yang buruk. Kemudian Allah SWT menerima qurban Habil. Dan hal ini membuat Qabil marah. Qabil mengancam akan membunuh Habil apabila Habil bersikeras untuk menikahi saudara sekelahiran Qabil.
Qabil mengeluh kepada Adam bahwa penyebab qurbannya tidak diterima adalah karena Adam mendoakan Habil dan tidak mendoakan Qabil. Pada suatu malam, Habil terlambat pulang. Lalu Adam menyuruh Qabil untuk menyusul dan mencari Habil. Ketika mereka bertemu, mereka mengalami pertengkaran. Sehingga Qabil memukul Habil dengan besi sampai Habil meninggal.
Akhlak Habil yang Mulia
Dikatakan bahwa Habil tidak melakukan perlawanan akan tindakan Qabil yang bermaksud membunuhnya. Hal ini dikarenakan sifat Habil yang mulia. Habil adalah seorang yang berakhlak baik, takut kepada Allah, dan memiliki sifat waro. Habil tidak ingin melakukan perlawanan karena takut tersirat pada hatinya untuk membunuh Qabil.
Tindakan Habil dengan memilih untuk tidak melawan kepada Qabil dibenarkan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah kisah yang disampaikan oleh Usman bin Affan, Rasullullah saw membenarkan perbuatan Habil dan menganjurkan kepada kita untuk mencontohnya dalam kondisi tertentu.
Tempat Peristiwa Terbunuhnya Habil
Dari kisah yang disampaikan ahli kitab, Habil terbunuh di Damaskus. Tepatnya adalah di gunung Qosiyun Timur. Namun kesahihannya tetap kita serahkan kepada Allah SWT.
Seorang yang saleh bernama Ahmad bin Katsir pernah bermimpi bertemu Nabi saw, Abu Bakar, Umar, dan Habil. Lantas Ahmad bin Katsir meminta sumpah kepada Habil untuk menyatakan bahwa salah satu daerah di Damaskus merupakan tempat terbunuhnya dia. Lalu Habil bersumpah akan hal itu.
Ahmad bin Katsir kemudian meminta kepada Allah agar tempat tersebut dijadikan tempat yang mustajab. Rasulullah saw pun mengindahkan hal tersebut. Lalu Ahmad bin Katsir bersama Abu Bakar dan Umar selalu berziarah ke tempat tersebut setiap hari Kamis.
Kuburan Pertama
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَبَـعَثَ اللّٰهُ غُرَابًا يَّبْحَثُ فِيْ الْاَرْضِ لِيُرِيَهٗ كَيْفَ يُوَارِيْ سَوْءَةَ اَخِيْهِ ۗ قَالَ يَاوَيْلَتٰۤى اَعَجَزْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِثْلَ هٰذَا الْغُرَابِ فَاُوَارِيَ سَوْءَةَ اَخِيْ ۚ فَاَصْبَحَ مِنَ النّٰدِمِيْنَ
"Kemudian Allah mengutus seekor burung gagak menggali tanah untuk diperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana dia seharusnya menguburkan mayat saudaranya. (Qabil) berkata, "Oh, celaka aku! Mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini sehingga aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" Maka, jadilah dia termasuk orang yang menyesal."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 31)
Adam Hawa dan Keturunannya
Hawa melahirkan 40 anak dalam 20 kali melahirkan. Kelahiran pertama adalah seorang lelaki yang diberinama Qabil dan seorang perempuan yang diberinama Qilima. Kelahiran terakhirnya adalah seorang lelaki yang diberinama Abdul Mugits dan seorang perempuan yang bernama Amatul Mugits. Kemudian setelah itu manusia menyebar, semakin banyak, tersebar dan tumbuh di berbagai penjuru bumi.
Demikian pembahasan tentang kisah Qabil dan Habil. Semoga bermanfaat!
Baca juga:

0 Response to "Kisah Qabil dan Habil: Lengkap dengan Uraian "
Post a Comment