Ringkas: Keutamaan Membaca al-Qur’an beserta Dalilnya

Muqoddimahku – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih lanjut mengenai artikel sebelumnya yang berjudul Belajar Kultum Keutamaan Membaca al-Qur’an. Untuk melihat berbagai bahasan lainnya, klik di sini.

Baca juga:

keutamaan membaca al-qur'an



Keutamaan Membaca al-Qur’an


Allah swt berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

Artinya:

Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (al-Qur’an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangkan yang tidak akan rugi. (QS Fatir: 29)

Membaca al-Qur’an itu ada dua macam:

1. Tilawah Hukmiyah

Tilawah Hukmiyah adalah membenarkan khabar-khabar yang ada di dalam al-Qur’an dan melaksanakan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya.

2. Tilawah Lafdiyah

Tilawah Lafdiyah adalah membaca al-Qur’an yang mana akan mendapatkan pahala dari Allah swt dengan hanya membacanya saja.

Tilawah Hukmiyah


Tilawah Hukmiyah merupakan pengakuan kebenenaran terhadap semua khabar di dalam al-Qur’an dan pelaksanaan terhadap hukum-hukumnya dengan cara melaksanakan perintah di dalam al-Qur’an dan menjauhi larangan di dalam al-Qur’an.

Hal ini merupakan tujuan yang paling utama dari hikmah diturunkannya al-Qur’an. Mari kita perhatikan salah satu firman Allah di dalam al-Qur’an:

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

Artinya:

Kitab (al-Qur’an) yang Kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar-orang-orang yang berakal sehat mendapatkan pelajaran. (QS Shad: 29)

Para salaf solih memberikan contoh pengamalan ayat di atas dengan cara mempelajari al-Qur’an, mengakui kebenaran al-Qur’an, dan melaksanakan hukum-hukumnya dengan pelaksanaan yang maksimal dengan menggunakan aqidah yang benar.

Sebuah keterangan dari para Sahabat Nabi dikatakan:

فَتَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ وَالْعِلْمَ وَالْعَمَلَ جميعاً

Artinya:

Lalu kami mempelajari al-Qur’an, mendapatkan ilmu al-Qur’an, dan mengamalkan al-Qur’an seluruhnya.

Para sahabat Nabi saw, di antaranya Utsman bin Affan dan Abdullah bin Mas’ud memberikan keterangan bahwa apabila mereka sudah belajar 10 ayat al-Qur’an dari Rasul, mereka tidak akan menambahnya terlebih dahulu sebelum mempelajarinya kembali dan mengamalkannya.

Tilawah hukmiyah ini pula yang menjadi standar seseorang akan mendapatkan surga atau neraka. Allah berfirman:

قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى - وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى - قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا - قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى - وَكَذَلِكَ نَجْزِي مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِآيَاتِ رَبِّهِ وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَى

Di dalam ayat di atas dijelaskan pahala orang-orang yang mengikuti al-Qur’an dan siksaan orang-orang yang mengingkarinya. Pahala orang-orang yang mengikuti al-Qur’an adalah tidak akan tersesat dan tidak akan celaka baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan orang-orang yang mengingkari al-Qur’an akan tersesat dan celaka.

Allah swt mengumpakan orang-orang yang mengingkari al-Qur’an lebih sesat dan lebih hina dari pada hewan-hewan ternak. Firman Allah:

أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

Artinya:

Mereka seperti hewan ternak bahkan lebih sesat lagi. Mereka itu lah orang-orang yang lalai. (QS al-A’raf: 179)

Hukuman lain yang akan diterima oleh orang-orang yang mengingkari al-Qur’an adalah dibangkitkan dalam keadaan buta dan tuli. Allah berfirman:

وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا

Artinya:

Dan kami akan mengumpulkan mereka pada hari Kiamat dengan wajah tersungkur, dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. 

Hukuman lain yang akan ditimpakan kepada orang-orang yang mengingkari al-Qur’an adalah ditelantarkan dan dilupakan pada hari kiamat nanti. Firman Allah:

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا - قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى

Artinya:

Dia berkata, “Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?” Dia (Allah) berfirman, “Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.” (QS Thaha: 125-126)

Al-Qur’an adalah salah satu warisan dari Nabi Muhammad saw, yang mana setiap orang yang berpegang teguh pada al-Qur’an tidak akan tersesat selama-lamanya. Rasul saw bersabda:

إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِ فَلَنْ تَضِلُّوْا أَبَداً: كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

Artinya:

Sesungguhnya aku telah meninggalkan untuk kalian sesuatu yang apabila kalian berpegang kepadanya, maka kalian tidak akan tersesat selamanya: Kitabullah (al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya (Sunnah Nabi Muhammad saw).

Al-Qur’an memiliki keistimewaan lain yang disampaikan oleh Rasul saw dalam haditsnya:

الْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

Artinya:

Al-Qur’an itu bisa menjadi hujjah yang meringankanmu dan juga bisa menjadi hujjah yang memberatkanmu.

Maksud dari hadits di atas adalah jika kita menjadikan al-Qur’an sebagai petunjuk hidup, maka al-Qur’an dapat menuntun kita ke surga. Namun, jika kita malah mengabaikan al-Qur’an, maka al-Qur’an akan menjadi saksi yang memberatkan kita pada pengadilan Allah swt nanti.

Tilawah Lafdiyah


Rasulullah saw bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Yang artinya:

Orang yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkan al-Qur’an.

Seperti yang telah disampaikan di atas bahwa tilawah lafdiyah adalah membaca al-Qur’an yang mana akan mendapatkan pahala dari Allah swt dengan hanya membacanya saja. Di sini akan dipaparkan beberapa keterangan yang menjelaskan tentang keutamaan membaca al-Qur’an baik itu secara keseluruhan, surat per surat, dan ayat-ayat tertentu.

Keutamaan Membaca al-Qur’an Secara Keseluruhan


1. Termasuk orang-orang yang mulia dalam pandangan Allah.

Rasul saw bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيْهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Artinya:

Orang yang mahir membaca al-Qur’an termasuk orang-orang yang berjalan bersama orang-orang yang mulia. Sedangkan orang yang membaca al-Qur’an sambil terbata-bata dan mengalami kesulitan dalam membacanya maka ia mendapatkan dua pahala.

2. Memiliki wibawa yang diberikan oleh Allah.

Rasul saw bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأَتْرُجَّةِ رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ التَّمْرَةِ لَا رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ

Di dalam hadis barusan dijelaskan bahwa perbedaan orang yang membaca al-Qur’an dengan orang yang tidak membaca al-Qur’an itu seperti buah kurma. Orang yang membaca al-Qur’an itu seperti buah kurma yang matang; aroma dan rasanya sangat lezat. Sedangkan orang yang tidak membaca al-Qur’an seperti buah kurma yang belum matang; rasanya memang cukup manis namun tidak memiliki aroma yang enak.

3. Al-Qur’an bisa memberikan syafaat pada hari kiamat.

Rasul saw bersabda:

اِقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعاً لِأَصْحَابِهِ

Artinya:

Bacalah al-Qur’an karena pada hari kiamat nanti al-Qur’an bisa memberikan syafaat bagi para pembacanya.

4. Mempelajari dan membaca al-Qur’an di mesjid lebih baik dari pada memiliki unta dalam pandangan Allah.

Rasul saw bersabda:

أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَتَعَلَّمُ أَوْ فَيَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهٌ مِنْ أَرْبَعٍ وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِلِ

Rasul menjelaskan keutamaan membaca al-Qur’an dua ayat saja di masjid maka lebih baik dari pada memiliki dua unta, membaca tiga ayat lebih baik dari pada tiga unta, membaca empat ayat lebih baik dari pada empat untuk, dan seterusnya bilangan ayat-ayat al-Qur’an yang kita baca.

5. Berkumpul bersama di dalam masjid dan membaca al-Qur’an akan mendapat ketenangan dan rahmat dari Allah.

Rasul saw bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ الله وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَذَكَرَهُمْ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Rasul saw memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang berkumpul di mesjid untuk membaca al-Qur’an dan mengkajinya; mereka akan diberikan ketenangan, dipenuhi rahmat Allah, dikelilingi para malaikat, dan akan mendapatkan keridloan Allah. 

6. Membaca al-Qur’an akan diberi pahala perhurufnya yang dikalikan 10 kali lipat.

Rasul saw bersabda:

مَنْ قَرَأَ حَرْفاً مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُوْلُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

Setiap orang yang membaca al-Qur’an akan diberikan satu nilai kebaikan yang dilipatkan 10 kali lipat untuk setiap hurufnya.

Mungkin itu saja Ringkasan Keutamaan Membaca al-Qur’an yang dapat saya ulas pada artikel kali ini. Mari senantiasa berusaha mengamalkannya dan meminta pertolongan kepada Allah agar kita diberi kekuatan untuk bisa mengamalkannya.

0 Response to "Ringkas: Keutamaan Membaca al-Qur’an beserta Dalilnya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel