Ceramah Singkat tentang Suri Tauladan
Muqoddimahku.com – Pada kesempatan kali ini kita akan membahas ceramah singkat tentang suri tauladan. Suri tauladan merupakan pemberian contoh perilaku dari yang lebih berpengalaman kepada yang kurang berpengalaman. Jika kita melihat bahasa haditsnya, maka kita dapat mengerti bahwa pemberian tauladan ini adalah hal yang wajar. Pemberian tauladan yang baik itu diperintahkan dan pemberian tauladan yang buruk itu dilarang.
Baca juga:
Berikut ini ceramah singkat tentang suri tauladan.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ للهِ الَّذِي أَنْزَلَ الْكِتَابَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِهِ وَرَسُوْلِهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا وَبَعْدُ
Segala puji hanya milik Allah, mari bersama kita panjatkan syukur kita kepada Allah Dzat yang menurunkan al-Quran kepada hamba dan Rasul-Nya, yaitu Nabi Muhammad saw.. Dan juga mari kita panjatkan sholawat kepada beliau, Nabi tercinta, Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad saw.. Tidak lupa kepada keluarganya, para sahabatnya, dan juga kepada umat yang senantiasa mematuhi ajarannya.
Para hadirin yang saya hormati, bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang turut hadir di tempat ini. Betapa besarnya semangat hadirin semua dalam menghadiri sebuah acara pengajian. Tentunya sebagai seorang pembicara, agaknya saya sangat senang melihat keadaan seperti ini. Keadaan dimana nyaris tidak ada ruang kosong dalam kegiatan pengajian ini yang saya beri judul dengan “ceramah singkat tentang suri tauladan”. Semoga niat kita, amal kita, keduanya diterima oleh Allah swt. amiin.
Para hadirin yang saya hormati. Kehidupan manusia di dunia ini bisa dibagi menjadi empat fase. Fase pertama adalah fase anak-anak. Fase kedua adalah fase pemuda. Fase ketiga adalah fase dewasa. Dan fase keempat adalah fase tua. Tentunya kita mengenal istilah suri tauladan, kita mengenal “contoh perilaku”, kita mengenal istilah pengalaman. Sangat wajar apabila yang lebih tua atau yang berada di fase lebih tinggi menasihati manusia yang berada pada fase di bawahnya.
Para hadirin yang saya hormati. Berkaitan dengan ketiga istilah tadi, ada sebuah tuntunan dari Rasulullah saw. kepada kita sekalu umatnya. Dalam sebuah hadits, Beliau saw. bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً كَانَ لَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بعده من غير أن ينقص من أَوْزَارِهِمْ شَيْئًا
Artinya: Barang siapa yang memberikan contoh yang baik di dalam Islam maka ia akan diberikan pahala atas perbuatannya dan juga akan diberikan pahala dari orang yang mendapatkan contoh baik tersebut tanpa mengurangi pahala orang lain tersebut sedikit pun. Dan barang siapa yang memberikan contoh yang buruk di dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa atas perbuatannya dan juga akan mendapatkan dosa dari orang yang mendapatkan contoh buruk tersebut tanpa mengurangi dosa orang lain tersebut sedikit pun.
Para hadirin yang saya hormati. Dari hadits ini kita bisa mengambil pelajaran bahwa tauladan dan contoh baik yang kita lakukan apabila diikuti dan diteladani oleh orang lain maka kita akan mendapatkan pahala dua kali lipat. Hal ini berlaku juga pada tauladan dan contoh yang buruk di dalam Islam.
Maka tidak salah tadi saya mengatakan wajar apabila yang tua memberikan contoh kepada yang muda. Dan wajar apabila yang muda menauladani orang-orang yang lebih tua. Namun yang mesti menjadi perhatian kita selaku orang muslim adalah “contoh seperti apa yang kita berikan?” Apabila kita mencontohkan yang baik, maka hal itu disukai oleh Allah dan Rasul-Nya. Apabila kita mencontohkan yang buruk, maka hal itu tidak disukai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Para hadirin yang saya hormati. Mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan pada pertemuan kali ini. Mudah-mudahan kita semua mendapat keberkahan dari pengajian yang kita laksanakan ini.
وَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

0 Response to "Ceramah Singkat tentang Suri Tauladan"
Post a Comment