Bahasan: Perintah Jujur (At-Taubah 119)
Ceramah singkat tentang kejujuran yang diberi judul “Perintah Jujur” dengan mencantumkan surat at-Taubah ayat 119 telah dibuatkan artikelnya dalam bentuk ceramah. Saya menyadari bahwa keformalitasan dalam penyusunan artikel ceramah bisa saja mengurangi makna yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu di sini dibuatkan bahasan untuk ceramah singkat tentang kejujurang yang diberi judul “Perintah Jujur” tersebut.
Baca juga:
Bahasan: Perintah Jujur (At-Taubah 119)
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.
Ayat ini merupakan satu dari sekian banyak ayat di dalam al-Qur’an yang menjelaskan tentang kejujuran. Perintah Allah, “dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar” merupakan sebuah potongan ayat yang menegaskan tentang diperintahkannya perilaku jujur.
Ayat ini merupakan seruan bagi orang-orang mukmin. Pada saat itu, sebagian dari orang-orang mukmin seperti Ka’ab bin Malik masih suka bergaul dengan orang-orang munafik. Pada suatu ketika, Ka’ab bin Malik dan beberapa temannya pernah tidak mengikuti perang Tabuk bersama Nabi Muhammad dan memilih bergaul dengan orang-orang munafik yang memang sengaja sering meninggalkan Rasulullah dalam peperangan.
Oleh karena itu, ayat ini turun untuk menyeru orang-orang mukmin agar berteman dan bergaul dengan orang-orang yang benar lagi jujur seperti Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan sebagainya.
Pengertian “shodiq” atau benar dan jujur adalah ketika sesuatu yang muncul dari perkataan dan perbuatan sesuai dengan sesuatu yang ada di dalam hatinya. Karena pada dasarnya, sifat jujur dapat menghilangkan sifat kemunafikan.
Kejujuran itu bukan saja perihal kata-kata. Seseorang yang jujur akan benar perkataannya, ikhlas perbuatannya, dan lembut akhlaknya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا
Artinya: (Diwajibkan) atas kalian (bersifat) jujur. Karena sungguh kejujuran itu menunjukkan kepada kebaikan. Dan sungguh kebaikan itu menunjukkan kepada surga. Dan seseorang senantiasa bersifat jujur dan terus-menerus dalam kejujurannya sehingga dia akan dituliskan di sisi Allah (sebagai) orang yang selalu jujur.
Surat at-Taubah ayat 119 memerintahkan kita untuk berkawan dan bergaul bersama orang-orang yang jujur. Hal ini menjadi sebuah perintah yang menyiratkan bahwa ketika kita bersama orang-orang yang jujur maka sifat jujurnya secara perlahan akan biasa kita lakukan. Dan sabda Nabi di atas memerintahkan secara langsung kepada umatnya agar memiliki sifat jujur.
Dan yang tidak boleh kita lupakan adalah pada hakikatnya sifat jujur itu:
الصِّدْقُ فِي الْأَقْوَالِ وَالْإِخْلَاصُ فِي الْأَعْمَالِ وَالصَّفَاءُ فِي الْأَحْوَالِ
Sifat jujur itu perpaduan dari benar dalam ucapannya, ikhlas dalam perbuatannya, dan lembut dalam akhlaknya.

0 Response to "Bahasan: Perintah Jujur (At-Taubah 119)"
Post a Comment