Keutamaan an-Nisa ayat 103: Meningkatkan Iman dan Taqwa
Pada kesempatan kali ini kita akan melakukan bahasan mengenai surat an-Nisa ayat 103. Mengapa hal ini menjadi sesuatu yang penting? Karena ini berkaitan dengan artikel sebelumnya yakni ceramah singkat yang berjudul “Shalat adalah Ibadah yang Memiliki Waktu”. Saya menyadari bahwa dalam konteks ceramah tidak dapat memuat intisari ayat ini secara panjang dan lebar, maka dari itu saya membuat tulisan mengenai bahasan ini.
Keutamaan an-Nisa ayat 103: Meningkatkan Iman dan Taqwa
An-Nisa ayat 103 merupakan salah satu ayat penting dalam Al-Quran yang membahas tentang perintah zikir setelah shalat. Ayat ini berbunyi:
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا أَوْ قُعُودًا أَوْ عَلَى جَنْبَيْكُمْ ۖ فَإِذَا اطْمَأَنَّتْ قُلُوبُكُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ ۚ إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
Artinya: "Kemudian apabila kamu telah menyelesaikan shalat, maka bertasbihlah kepada Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (dengan sempurna). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman."
Ayat ini tidak hanya memerintahkan untuk mendirikan shalat, tetapi juga menekankan pentingnya zikir setelah shalat. Zikir sendiri adalah mengingat dan menyebut nama Allah SWT dengan segala keagungan-Nya.
Ada beberapa keutamaan zikir setelah shalat yang disebutkan dalam an-Nisa ayat 103 dan berbagai hadits lainnya. Keutamaan-keutamaan tersebut antara lain:
- Meningkatkan iman dan taqwa: Dengan berzikir setelah shalat, hati kita akan terpaut kepada Allah SWT dan perasaan takut kepada-Nya akan semakin kuat. Hal ini akan berdampak pada peningkatan iman dan taqwa kita.
- Menentramkan hati: Zikir memiliki efek menenangkan jiwa dan pikiran. Setelah lelah melakukan aktivitas shalat, berzikir akan membuat hati kita menjadi lebih tenang dan damai.
- Menghapus dosa: Zikir yang dilakukan dengan ikhlas dan khusyuk dapat menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan setiap hari.
- Menolak bala: Allah SWT berjanji akan melindungi orang-orang yang senantiasa berzikir dari berbagai macam bala dan bencana.
- Mendapat pahala yang besar: Zikir setelah shalat merupakan amalan yang sangat dicintai Allah SWT dan akan dibalas dengan pahala yang besar.
Dengan mengetahui keutamaan-keutamaan tersebut, tentunya kita semakin semangat untuk mengamalkan zikir setelah shalat. Berikut adalah beberapa tips untuk meningkatkan kualitas zikir kita:
- Lakukan zikir dengan ikhlas dan khusyuk: Pastikan hati kita benar-benar fokus kepada Allah SWT saat berzikir.
- Gunakan kalimat-kalimat zikir yang baik dan benar: Ada banyak kalimat zikir yang bisa diucapkan setelah shalat. Kita bisa memilih kalimat-kalimat yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kita.
- Berzikirlah dengan suara yang lembut: Sebaiknya berzikir dengan suara yang lembut agar tidak mengganggu orang lain yang sedang shalat atau beribadah.
- Konsisten dalam berzikir: Usahakan untuk selalu berzikir setelah shalat, tidak hanya pada saat tertentu saja. Dengan konsisten berzikir, manfaatnya akan semakin terasa.
Selain ayat di atas, Al-Quran dan hadits masih banyak lagi menyebutkan tentang pentingnya zikir. Anjuran untuk berzikir juga sering disampaikan oleh para ulama dan tokoh agama. Hal ini menunjukkan bahwa zikir merupakan amalan yang sangat penting dan dianjurkan dalam agama Islam.
Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan pemahaman yang lebih dalam tentang keutamaan zikir setelah shalat, khususnya yang berkaitan dengan an-Nisa ayat 103. Dengan mengamalkan zikir secara rutin dan ikhlas, insya Allah kita akan mendapatkan berbagai manfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca juga:
Bahasan an-Nisa ayat 103
فَاِ ذَا قَضَيْتُمُ الصَّلٰوةَ فَا ذْكُرُوا اللّٰهَ قِيَا مًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِكُمْ ۚ فَاِ ذَا اطْمَأْنَنْتُمْ فَاَ قِيْمُوا الصَّلٰوةَ ۚ اِنَّ الصَّلٰوةَ كَا نَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا
Artinya: Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring. Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.
Dalam pembahasan kali ini kita akan membagi kandungan ayat di atas pada tiga bagian. Pertama, dorongan untuk memperbanyak mengingat Allah. Kedua, ketentuan solat yang sakral. Dan ketiga, solat adalah ibadah yang pokok dan wajib.
Bagian I Motivasi Memperbanyak Dzikir
Allah berfirman yang artinya, “Selanjutnya, apabila kamu telah menyelesaikan sholat(mu), ingatlah Allah ketika kamu berdiri, pada waktu duduk, dan ketika berbaring”. Ayat ini diturunkan mengenai solat khauf. Solat khauf adalah salah satu rukhsoh (keringanan) Allah dalam melaksanakan solat ketika peperangan.
Dalam potongan ayat ini kita didorong untuk memperbanyak dzikir mengingat Allah dalam kondisi ketakutan oleh serangan musuh dalam peperangan. Sudah wajar apabila umat muslim berdzikir setelah solat dalam situasi aman. Tetapi di sini Allah menegaskan bahwa berdzikir juga harus dilakukan dalam situasi peperangan.
Pada ayat ini juga dijelaskan mengenai keadaan seseorang dalam berdzikir. Berdzikir kepada Allah dapat dilakukan dalam berbagai kondisi, baik itu berdiri, duduk, maupun berbaring. Jika dikaitkan dengan sebab diturunkannya ayat ini, berdzikir sambil berdiri itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak terluka dalam perang. Berdzikir sambil duduk dilakukan oleh orang-orang yang tidak mampu berdiri. Dan berdzikir sambil berbaring dilakukan oleh orang-orang yang terluka dalam perang.
Pesan yang dapat kita ambil dari sini adalah sebuah motivasi untuk memperbanyak mengingat Allah. Berdzikir diperintahkan dalam keadaan tenang dan aman. Dan Allah juga memerintahkan berdzikir dalam situasi sulit seperti dalam perang.
Kita dapat mengambil pelajaran juga bahwa berdzikir itu adalah sesuatu yang umum dalam artian dapat berupa dzikir hati atau pun juga dzikir lisan. Berdzikir juga dapat dilakukan dalam berbagai keadaan, baik berdiri, duduk, maupun berbaring. Allah Maha Penyayang dalam segala ketentuannya.
Bagian II Sholat Ibadah Sakral
Allah berfirman yang artinya, “Kemudian, apabila kamu telah merasa aman, maka laksanakanlah sholat itu (sebagaimana biasa)”. Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa solat itu merupakan ibadah yang sakral.
Setelah Allah memberikan keringanan pada pelaksanaan solat tetap saja tidak mengurangi kesakralan ibadah solat itu sendiri. Karena keringanan tersebut harus diambil apabila ada alasan yang menjadikannya dapat diambil. Misalnya pada saat peperangan yang disebut solat khauf.
Ketika peperangan sudah selesai dan semua orang telah merasa aman, maka solat harus dilaksanakan sesuai aturan biasa yang telah ditetapkan. Dan pada hal ini pun tidak menggugurkan perintah berdzikir.
Bagian III Solat Ibadah Pokok
Allah berfirman yang artinya, “Sungguh, sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. Ini merupakan penegasan tentang hukum wajib pada solat yang Allah perintahkan.
Solat yang merupakan salah satu rukun Islam ini hukumnya wajib. Hukum wajib itu harus dilaksanakan dan tidak boleh ditinggalkan. Solat merupakan ibadah yang memiliki waktu. Ketika habis waktu solat, maka datang waktu solat yang selanjutnya.
Poin-poin Penting
Dari ayat ini kita mengetahui tentang salah satu rukhsoh atau keringanan solat. Tata cara pelaksanaan solat khauf banyak dijelaskan di dalam kajian-kajian ilmu fikih. Dari ayat ini kjuga kita mengetahui sebuah penegasan tentang kewajiban melaksanakan solat.
Saya harap secara pribadi agar setiap orang dan termasuk saya yang dibebani kewajiban melaksanakan solat tidak melalaikan ibadah solat ini. Karena solat merupakan ibadah pokok bagi seorang muslim. Solat merupakan salah satu ibadah yang dapat membedakan anatara seorang muslim dan yang bukan muslim. Solat adalah sebagai identitas seorang muslim.
Terimakasih.

0 Response to "Keutamaan an-Nisa ayat 103: Meningkatkan Iman dan Taqwa"
Post a Comment