Hikmah Bersyukur: Tafsir Ibrahim Ayat 7

Sebelumnya telah dibuatkan sebuah artikel ceramah singkat tentang syukur yang berjudul “hikmah bersyukur”. Di sini kita buatkan sebuah bahasan lebih lengkap mengenai surat Ibrahim ayat 7 yang menerangkan tentang hikmah bersyukur tersebut.

Hikmah Bersyukur: Tafsir Ibrahim Ayat 7


Bersyukur adalah nilai yang mendalam dalam ajaran Islam. Dalam surah Ibrahim, ayat 7, Allah menyampaikan hikmah besar terkait bersyukur. Mari kita telusuri makna dan pelajaran berharga dari ayat tersebut.

Ayat 7 Surah Ibrahim: Menyingkap Hikmah Bersyukur


Ayat 7 surah Ibrahim menyiratkan kebijaksanaan besar dalam bersyukur. Allah mengajarkan bahwa dengan bersyukur, kita memperkuat hubungan kita dengan-Nya. Bersyukur bukan hanya tentang mengakui nikmat, tetapi juga memahami bahwa setiap ujian memiliki hikmah tersendiri.

Tafsir Mendalam


Dalam konteks ini, tafsir ayat 7 membawa kita pada pemahaman lebih mendalam tentang bagaimana bersyukur dapat membimbing hidup kita. Hikmah ini dapat terwujud dalam ketenangan batin, rasa syukur yang tulus, dan penghargaan terhadap setiap momen.

Mengaplikasikan Hikmah dalam Kehidupan Sehari-hari


Bagaimana kita bisa mengaplikasikan hikmah bersyukur ini dalam kehidupan sehari-hari? Artikel ini memberikan panduan praktis untuk membawa nilai bersyukur dalam setiap langkah kita, dari momen kecil hingga tantangan besar.

Kesimpulan


Hikmah bersyukur dalam ayat 7 surah Ibrahim mengajarkan kita untuk menghargai setiap aspek hidup dan melihat kebaikan dalam segala keadaan. Dengan memahami makna ini, kita dapat merajut kisah hidup yang penuh rasa syukur dan kedekatan dengan Allah.

Dengan menggali lebih dalam tentang hikmah bersyukur, kita dapat memperkaya perjalanan spiritual dan meningkatkan kualitas kehidupan kita. Mari bersama-sama meresapi kearifan yang terkandung dalam ayat 7 surah Ibrahim.

Baca juga:


ceramah singkat tentang bersyukur


Hikmah Bersyukur sesuai Surat Ibrahim ayat 7


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.

Ayat ini merupakan sebuah maklumat akan keutamaan dan hikmah dari perbuatan syukur seorang hamba kepada Allah swt. Jika kita bersyukur akan ni’mat Allah, maka Allah akan menambahkan ni’mat tersebut. Jika kita kufur akan ni’mat-Nya, maka Allah akan mengurangi ni’mat-Nya.

Allah swt. menceritakan tentang kisah Nabi Musa ketika mengingatkan kaumnya yaitu Bani Israil tentang ni’mat-ni’mat yang dianugerahkan Allah kepada mereka. Di antara ni’mat-ni’mat tersebut adalah diselamatkannya Bani Isroil dari penjajahan yang dilakukan oleh Fir’aun.

Dikarenakan Bani Israil di zaman Nabi Musa tidak bisa bersyukur atas ni’mat Allah, maka ni’mat tersebut berbalik menjadi ujian dan pelajaran bagi mereka dan manusia di generasi selanjutnya.

Kemudian Allah memberitahukan hikmah dari bersyukur. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat”. Jika Bani Israil bisa mensyukuri ni’mat Allah dan tidak kufur kepada-Nya, niscaya yang akan mereka dapatkan adalah tambahan ni’mat, bukan siksa-Nya.

Ayat ini memang ayat yang menghikayatkan kisah Nabi Musa bersama umatnya yaitu Bani Israil. Tetapi tidak semata-mata Allah mengisahkan ini melainkan kita umat Islam harus bisa mengambil pelajaran dari kisah ini.

Pelajaran yang dapat kita petik adalah perilaku bersyukur yang merupakan perilaku yang diperintahkan dan disukai oleh Allah swt. Ketika siapa saja dapat bersyukur atas anugerah ni’mat Allah di kehidupan sekarang ini, maka bukan nilai ni’mat itu yang akan berkurang melainkan akan bertambah berlipat ganda. Tetapi barang siapa yang kufur, melupakan Sang Pemberi Ni’mat, dan mengingkari-Nya maka siksaan Allah telah menanti orang-orang itu karena kekufuran yang dilakukannya.

Penjelasan Surat Ibrahim Ayat 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذابِي لَشَدِيدٌ 

Pada ayat ini Allah swt sedang mencertakan kisah Nabi Musa as. Pada suatu ketika, Nabi Musa as pernah memperingatkan kaumnya mengenai hari dimana Allah swt memberikan ni’mat yang besar. Hari tersebut adalah hari dimana Allah swt menyelamatkan kaum Nabi Musa dari kekejaman Firaun.

Perlu kita ketahui bahwa Firaun sangat lah kejam kepada kaum Nabi Musa yaitu Bani Israil. Firaun memberikan siksaan yang buruk kepada Bani Israil. Di antara siksaan tersebut adalah membunuh anak-anak mereka dan memperlakukan pelecehan terhadap wanita-wanita Bani Israil. Hari penyelamatan tersebut merupakan ni’mat yang sangat besar.

Maka dari itu, pada surat Ibrahim ayat 7 Allah berfirman menyeru Bani Israil dengan seruan, “Jika kalian berterimakasih, maka Aku akan menambah (ni’mat-Ku). Namun jika kalian mengingkari (ni’mat-Ku), sungguh siksaan-Ku sangat lah pedih”.

Kandungan Surat Ibrahim Ayat 7


1. Allah swt benar-benar menyayangi hamba-Nya dibuktikan dengan seruan-Nya.
2. Allah swt memberikan ni’mat yang sangat banyak dan juga besar; sebagian bisa kita hitung namun kebanyakannya tidak kita sadari.
3. Jika kita berterimakasih kepada Allah atas ni’mat-Nya dengan cara yang sesuai dengan perintah-Nya maka Allah swt akan menambahkan ni’mat tersebut.
4. Namun jika kita mengingkari ni’mat Allah dengan cara melakukan hal-hal yang tidak diridloi-Nya, maka Allah tidak segan menyiksa hamba-hamba-Nya.

0 Response to "Hikmah Bersyukur: Tafsir Ibrahim Ayat 7"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel