Bahasan al-Bayyinah ayat 5
Di sini kita akan melakukan pembahasan mengenai surat al-Bayyinah ayat 5. Sebelumnya memang telah dibuatkan suatu tulisan berbentuk ceramah yang berjudul “Beribadah kepada Allah harus lah dengan Ikhlas”.
Bagi saya merasa penting untuk dibuatkan bahasan lebih lanjut mengenai apa yang disampaikan pada ceramah tersebut. Berhubung pada tulisan ceramah di atas dicantumkan surat al-Bayyinah ayat 5 sebagai dalilnya.
Berikut ini bahasan al-Bayyinah ayat 5.
وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ
Artinya: Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).
Perintah Allah
Pada ayat ini dijelaskan tentang perintah Allah. Yaitu, beribadah dengan ikhlas dibuktikan dengan pelaksanaan solat dan zakat. Allah memerintahkan hal ini disampaikan oleh para Rasul dan juga dimuat dalam kitab-Nya.
Berbicara mengenai perintah Allah, hal ini tidak hanya dibebankan kepada umat Nabi Muhammad saja. Di dalam kitab-kitab terdahulu dan juga pesan yang disampaikan para Rasul, semuanya menyampaikan sebuah perintah dari Allah agar beribadah hanya kepada-Nya saja.
Ikhlas
Terminologi ikhlas di dalam bahasa Arab dengan terminologi ikhlas di dalam bahasa Indonesia dipergunakan dalam makna yang berbeda. Ikhlas di dalam penggunaan bahasa Indonesia biasa disamaartikan dengan ridlo atau rela. “Kita harus ikhlas berarti kita rela”.
Sedangkan terminologi ikhlas di dalam bahasa Arab itu dinashkan di dalam surat al-Ikhlas. Isi surat al-Ikhlas adalah bertauhid. Begitu pula makna ikhlas pada penggunaannya di dalam bahasa Arab. Ikhlas berarti bertauhid. Ikhlas berarti meniadakan bentuk kebertuhanan kecuali kepada Allah.
Tentunya perbedaan penggunaan kata ikhlas di dalam bahasa Arab dan bahasa Indonesia memang bukan suatu permasalahan. Alangkah lebih bijak bagi kita agar mengetahui peristilahan tersebut. Ikhlas di dalam penggunaan bahasa Arab dan ikhlas di dalam penggunaan bahasa Indonesia.
Dikaitkan dengan ayat di atas, maka dapat diambil sebuah pelajaran bahwa beribadah itu harus ikhlas. Artinya, beribadah yang dilakukan manusia harus semata ditujukan dan diperuntukkan kepada Allah semata.
Solat dan Zakat
Solat dan zakat merupakan pokok peribadahan umat Islam. Keduanya seringkali dinashkan secara beriringan karena satu sama lain saling berkaitan. Solat merupakan peribadahan manusia langsung dengan Allah. Sedangkan zakat merupakan peribadahan manusia dengan Allah yang melibatkan manusia lainnya.
Solat dan zakat ini merupakan suatu bentuk ibadah yang menjadi wujud atau implementasi dari iman. Seseorang dapat dipercayai keimanannya apabila iman tersebut terbentuk atau diwujudkan dalam peribadahan yaitu pelaksanaan solat dan zakat.
So?
Manusia dan umat muslim diperintah untuk beribadah kepada Allah. Bentuk peribadahan pokoknya adalah solat dan zakat. Tetapi di dalam perjalanan ibadahnya, seorang muslim harus membersihkan hatinya dari syirik. Hal ini lah yang dimaksud dengan “hanif”, yaitu ketika seseorang melangkah pada ketauhidan dan meninggalkan kemusyrikan.
Praktik peribadahan yang diperintahkan oleh Allah lah yang merupakan agam atau panduan hidup yang lurus lagi benar. Solat mengajarkan pelakunya tentang hubungannya dengan Tuhan yang menciptakannya. Zakat mengajarkan pelakunya tentang hubungannya dengan sesama. Agama atau panduan hidup yang lurus adalah agama Islam, pemeluknya diajarkan mengenai hubungan dimensi vertikal dan horizontal; hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.
Menjadi PR besar bagi saya secara pribadi dan juga seluruh umat muslim untuk memperbaiki peribadahan kepada Allah. Melaksanakan solat dan zakat secara syariat dan juga secara hakikat. Secara kasat mata, solat dan zakat dapat dipelajari di dalam ilmu-ilmu keagamaan seperti ilmu fiqh. Tetapi solat dan zakat juga harus dirasakan oleh hati. Poinnya adalah keikhlasan kita dalam beribadah yang harus dilatih.
Baca juga
Terimakasih

0 Response to "Bahasan al-Bayyinah ayat 5"
Post a Comment