Hadits tentang Keutamaan Kalimat Tasbih
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang hadits tentang keutamaan kalimat tasbih. Ini lanjutan konten hadits yang masih sedikit. Sama seperti sebelumnya bahwa di sini ada hadits dan ada pula perkataan ulama.
Keutamaan kalimat tasbih
Tasbih merupakan kalimat yang ringan untuk diucapkan oleh lisan. Kalimat tasbih secara sederhana adalah ucapan سُبْحَانَ اللَّهِ. Namun bisa juga diredaksikan dengan bahasa atau bentuk kata yang lain.
Meskipun pengucapannya ringan, tetapi keutamaan tasbih bisa sampai memberatkan amal baik seseorang pada yaumul Mizan. Lebih dari itu, kalimat tasbih merupakan kalimat yang disukai Allah. Dalam artian bahwa Allah akan memberikan keberkahan bagi orang yang senantiasa mengucapkan kalimat tasbih.
Dalam sebuah hadits dikatakan:
كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ، سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya: dua kalimat yang ringan pada lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai oleh Allah ar-Rahman yaitu subhanallah wabihamdihi subhanallahil adhim wabihamdihi.
Kalimat tasbih juga merupakan surga bagi orang yang membacanya dan keselamatan dari neraka bagi orang yang membacanya pula. Tiga keutamaan tasbih dan kalimat al-baqiyatus solihat disebutkan: mendahulukan pembacanya masuk surga, menjauhkan pembacanya dari neraka, dan menjaga pembacanya dari mara bahaya dhohir dan juga batin. Kalimat al-baqiyatus solihat adalah subhanallah, walhamdulillah, walailaha Illa Allah, wallohu Akbar. Seseorang dianjurkan menambahkan kalimat hauqolah yaitu lahaula walaquwwata Illa Billahil aliyyil adhim.
Bentuk kalimat tasbih, Al-baqiyatus solihat, dan hauqolah yang lain yaitu:
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، عَدَدَ مَا عَلِمَ اللَّهُ وَزِنَةَ مَا عَلِمَ اللَّهُ وَمِلْءَ مَا عَلِمَ اللَّهُ
Kalimat dzikir di atas memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Berdasarkan riwayat Ibnu Abbas, kalimat ini diijazahkan oleh malaikat Israfil kepada Nabi Muhammad. Fadilahnya yaitu:
1. Dicatatkan sebagai ahli dzikir
2. Dijadikan ahli dzikir terbaik siang dan malam
3. Diberikan ladang di surga
4. Dosa-dosanya berguguran seperti pohon pada musim gugur
5. Allah memperhatikannya pada hari kiamat dalam artian tidak akan mendapat siksa
Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan hauqolah memiliki sejarah dan latar belakangnya. Dikisahkan bahwa dahulu malaikat hamalatul Arsyi merasa berat untuk memikul Arasy. Lalu Allah memerintahkan mereka untuk membiasakan membaca subhanallah. Maka bacaan itu meringankan beban mereka dalam memikul Arasy.
Selanjutnya, ketika Nabi Adam kehausan, Allah memberikan petunjuk kepadanya untuk membaca kalimat Alhamdulillah. Sehingga para malaikat hamalatul Arsyi ikut mendawamkannya. Mereka menggabungkan kalimat tasbih dengan tahmid menjadi bacaan subhanallah walhamdulillah.
Kemudian ketika Nabi Nuh diperintahkan berdakwah, Nabi Nuh diberikan kalimat tahlil yaitu la Ilaha Illa Allah. Mendengar hal itu, malaikat hamalatul Arsyi merasa kagum. Mereka menggabungkan kalimat tasbih, tahmid, dan tahlil.
Kalimat selanjutnya adalah kalimat takbir. Pada hari dimana Nabi Ibrahim akan menyembelih nabi Ismail, muncullah malaikat Jibril membawa kambing. Lantas secara spontan Nabi Ibrahim berucap kalimat takbir. Malaikat hamalatul Arsyi lalu menggabungkan kalimat tahlil dengan tiga kalimat sebelumnya.
Kalimat hauqolah muncul dari Nabi kita Nabi Muhammad Saw ketika malaikat Jibril menceritakan riwayat ini. Seperti sebelumnya, malaikat hamalatul Arsyi menggabungkan kalimat hauqolah dengan empat kalimat sebelumnya. Tercipta lah redaksi subhanallah walhamdulillah walailaha Illa Allah wallohu Akbar walahaula walaquwwata Illa Billahil aliyyi adhim.
Kalimat tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir juga bisa membantu kita dalam melaksanakan berbagai amalan kebaikan. Khususnya mendorong hati kita untuk fokus dan berani pada perbuatan yang seseorang lakukan. Misalnya ketika seseorang malas berbagi, ia bisa menghilangkan kemalasan berbagi dengan membiasakan membaca kalimat subhanallah walhamdulillah walailaha Illa Allah wallohu Akbar. Misalnya lagi ketika ia takut berperang. Ia akan diberikan keberanian berperang dengan membiasakan membaca empat kalimat di atas.
Kalimat tasbih tahmid tahlil dan takbir merupakan kalimat yang luar biasa. Dikatakan dalam sebuah hadits bahwa kalimat-kalimat ini lebih baik dari pada dunia.
لَأَنْ أَقُولَ سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ
Artinya: sungguh Aku mengucapkan subhanallah walhamdulillah walailaha Illa Allah wallohu Akbar lebih Aku cintai dari pada sesuatu yang diterbiti matahari.
Berikut ini keterangan berupa hadits yang menjelaskan bahwa empat kalimat itu merupakan kalimat penjagaan.
أَفْضَلُ الْكَلَامِ أَرْبَعٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ , وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Artinya: ucapan-ucapan terunggul ada empat yaitu subhanallah walhamdulillah walailaha Illa Allah wallohu Akbar. Tidak akan mencelakaimu dengan kalimat yang mana pun kamu memulai.
Empat kalimat ini dikatakan juga pinjaman yang baik kepada Allah. Hal ini diterangkan dari Ibnu Mas'ud. Ketika ada seruan untuk meminjamkan kepada Allah maka Ibnu Mas'ud menjawab dengan empat kalimat itu. Hal ini lebih dimaksudkan bahwa orang yang tidak memiliki kelebihan harta untuk disedekahkan, maka empat kalimat tadi bisa menebus sedekah itu.
Baca juga:

0 Response to "Hadits tentang Keutamaan Kalimat Tasbih"
Post a Comment