Kisah Nabi Ibrahim Bersama Siti Hajar ke Mekah: Bukti Allah Maha Penyayang
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan ngobrol pintar tentang kisah Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar ke Mekah. Bagaimana perjalanannya, bagaimana kisahnya, dan bagaimana keadaannya?
Berikut ini kisah Nabi Ibrahim bersama Siti Hajar ke Mekah.
Nabi Ibrahim as membawa Siti Hajar dan Nabi Ismail as ke Arab tepatnya ke sekitar Baitullah di Mekah. Di sana tidak ada satu orang pun penduduk. Di sana juga tidak ada air.
Nabi Ibrahim as membekali mereka tas yang berisi kurma dan wadah yang berisi air. Ketika Nabi Ibrahim bergegas meninggalkan mereka, Siti Hajar berulang kali menyeru Nabi Ibrahim menanyakan akan kemana ia pergi dalam keadaan meninggalkan mereka di tempat yang tidak ada apa pun.
Siti Hajar melanjutkan pertanyaannya bahwa apakah hal tersebut merupakan perintah Allah. Nabi Ibrahim pun mengiyakan. Dari kejauhan, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah dengan doa yang termaktub dalam Alquran surat Ibrahim ayat 37.
رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَٰوةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡئِدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ
"Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan sholat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 37)
Siti Hajar menyusui Ismail kecil. Siti Hajar meminum air bekalnya. Setelah semuanya habis, Siti Hajar melihat Ismail seperti kehausan dan kepanasan. Siti Hajar pun juga seperti itu, ia kehausan dan kepanasan.
Kemudian Siti Hajar pergi ke bukit Sofa untuk melihat apakah ada seseorang yang bisa dimintai pertolongan atau tidak. Namun ternyata tidak ada seorang pun manusia di sana. Kemudian Siti Hajar mulai berlari ke bukit Sofa lagi dan ke bukit Marwah. Hal itu dilakukannya selama 7 kali. Ini merupakan sejarah cikal bakal disyariatkannya sa'i dari Sofa ke Marwah ketika melaksanakan ibadah haji.
Pertolongan Allah kepada Siti Hajar
Suatu ketika dalam kelelahan, kehausan, dan kepanasan, Siti Hajar mendengar suara yang ternyata suara itu bersumber dari dekat Zamzam. Ada malaikat yang menggali tanah pada Zamzam dan membentuk sumur. Lantas keluar lah air dari sumur tersebut yang nantinya sumur itu dinamai air zamzam.
Hal ini menunjukkan bahwa Allah merahmati setiap makhluknya termasuk Siti Hajar yang ditinggalkan di tempat kering kerontang. Dari sumur Zamzam itu Siti Hajar minum sehingga bisa kembali menyusui putranya yaitu Ismail. Melalui malaikat-Nya, Allah SWT menyatakan kasih sayangnya kepada Siti Hajar dan Nabi Ismail. Allah menyatakan bahwa skenario yang terlihat pahit luarnya, sebenarnya sangat lah manis. Karena nantinya di tempat itu akan dibangun Ka'bah dan masjid. Yang membangunnya pun adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail.
Tempat itu yakni Mekah menjadi tempat yang dikunjungi banyak orang. Suku Jurhum datang kepada Siti Hajar meminta izin untuk ikut minum dan hidup dari sumur Zamzam. Mereka yaitu suku Jurhum datang baik-baik dan tetap menghormati Siti Hajar selaku pemilik sumur Zamzam tersebut.
Nabi Ismail hidup, tumbuh, dan berkembang sampai ia belajar bahasa Arab dari suku Jurhum. Kehebatan Nabi Ismail menarik perhatian suku Jurhum sehingga Nabi Ismail dikawinkan dengan salah satu wanita dari suku mereka. Tak lama setelah itu, Siti Hajar wafat.
Nabi Ibrahim mengunjungi Nabi Ismail kembali dalam keadaan Siti Hajar sudah wafat dan Nabi Ismail telah beristri. Dalam kunjungan tersebut, Nabi Ibrahim tidak bertemu dengan Nabi Ismail karena sedang bekerja keluar. Nabi Ibrahim sempat bercakap dengan menantunya yang malah menceritakan keluh kesah perekonomian Nabi Ismail. Sehingga Nabi Ibrahim as berpamit dengan menitipkan pesan agar Nabi Ismail mengganti jerambah luar rumahnya. Pesan tersebut berarti Nabi Ismail harus menceraikan istrinya.
Pertemuan Selanjutnya Membangun Ka'bah
Nabi Ibrahim as dalam kunjungan lainnya bertemu dengan Nabi Ismail. Mereka bercengkrama sebagaimana seorang ayah dengan anaknya. Pertemuan tersebut dilakukan dengan alasan perintah Allah agar mereka berdua membangun Ka'bah atau Baitullah. Mereka bekerja sama dengan pembagian tugas yaitu Nabi Ismail membawakan batu dan Nabi Ibrahim membangun.
Demikian pembahasan tentang kisah Nabi Ibrahim as bersama Siti Hajar ke Mekah. Semoga bermanfaat.
Baca juga:

0 Response to "Kisah Nabi Ibrahim Bersama Siti Hajar ke Mekah: Bukti Allah Maha Penyayang "
Post a Comment