Silih Sanggah antara Adam dan Musa

muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas ngobrol pintar tentang Silih Sanggah antara Adam dan Musa. Obrolan ini masih berkaitan dengan penciptaan Nabi Adam dan peristiwa yang terjadi di awal penciptaannya. Misalnya pada saat Nabi Adam dikeluarkan dari surga.

Silih Sanggah antara Adam dan Musa



Hadits tentang Sanggah Menyanggah antara Adam dan Musa


Dalam hadits riwayat al-Bukhari, Nabi saw bersabda:


حَاجَّ مُوسَى آدَمَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ فَقَالَ لَهُ: أَنْتَ الَّذِي أَخْرَجْتَ النَّاسَ بِذَنْبِكَ مِنَ الْجَنَّةِ وَأَشْقَيْتَهُمْ قَالَ آدَمُ: يَا مُوسَى أَنْتَ الَّذِي اصْطَفَاكَ اللَّهُ بِرِسَالَاتِهِ وَبِكَلَامِهِ أَتَلُومُنِي عَلَى أَمْرٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي أَوْ قَدَّرَهُ عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَنِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى

Artinya:

Nabi Musa mendebat Nabi Adam. Nabi Musa berkata: Engkau yang telah membuat manusia dikeluarkan dari surga karena kesalahanmu. Engkau pula telah membuat manusia celaka.

Nabi Adam menjawab: Hai Musa! Engkau yang telah dipilih oleh Allah untuk dijadikan utusan-Nya dan untuk dijadikan orang yang diajak bicara oleh-Nya. Apakah kamu menyalahkanku atas suatu hal yang telah ditetapkan oleh Allah kepadaku bahkan sebelum aku diciptakan? Rasulullah saw berkomentar: Maka dengan hujjah ini, Nabi Adam mengalahkan hujjah Nabi Musa.

Qodariyah vs Jabariyah


Perlu kita ketahui bahwa kelompok qodariyah menolak hadits ini. Karena mereka memiliki peranggapan tentang itsbatul qadaris sabiq. Maksudnya adalah ditetapkannya ketentuan yang telah lalu.

Sebaliknya, Jabariyah menerima hadits ini dengan pintu terbuka lebar. Karena hadits ini berkesesuaian dengan aqidah mereka yaitu setiap manusia dipaksa menjalani takdir tanpa dipersilahkan untuk memilih dan berusaha.

Pendapat Sah dari Hadits di atas


Nabi Adam dikatakan berhasil melawan hujjah Nabi Musa karena Nabi Adam disalahkan dengan suatu dosa yang telah diampuni oleh Allah. Sementara itu, ada pendapat yang mengatakan bahwa:

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ

Artinya: Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali.

Penjelasan dari Ibnu Katsir


Secara garis besar, Nabi Adam disalahkan karena telah membuatnya dan keturunannya dikeluarkan dari surga. Sehingga Nabi Adam menjawabnya dengan sebuah kebenaran yang hakiki yaitu Allah SWT lah yang membuat skenario indah seperti ini. Skenario yang dimaksud adalah Nabi Adam memakan buah dari pohon yang sudah dilarang untuk dimakan. Bahkan jika diruntut pada garis takdir, ketetapan itu sudah digariskan sebelum diciptakannya Nabi Adam. Jadi bukan Nabi Adam lah yang membuat dia dan keturunannya dikeluarkan dari surga melainkan Allah SWT dengan segala hikmah baik yang ada di dalamnya.

Hadits ini memiliki derajat mutawatir dari Abu Hurairah. Yang mana orang yang membohongkan hadits ini maka ia termasuk penentang pada Rasulullah saw. Karena itu sudah jelas bahwa Qodariyah yang menolak hadits ini termasuk faham sesat.

Fakta-fakta tentang Penjelasan Hadits di atas


1. Nabi Musa tidak menyalahkan seseorang yang berbuat dosa yang mana orang itu sudah bertaubat.

2. Nabi Musa juga telah membunuh seseorang yang tidak diperintahkan untuk dibunuh.

3. Jika seseorang bisa berdalih dengan mengatasnamakan takdir karena perbuatan buruknya, maka hukum hudud dan jinayat tidak akan berlaku.

Demikian pembahasan tentang obrolan pintar Silih Sanggah antara Adam dan Musa.

Baca juga:

0 Response to "Silih Sanggah antara Adam dan Musa"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel