Sifat Arsy Allah: Penuturan Ibnu Katsir
muqoddimahku.com - Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sifat arsy Allah berdasarkan penuturan Ibnu Katsir dalam kitab al-bidayah wan Nihayah.
Sifat Arsy Allah: Penuturan Ibnu Katsir
Bismillahirrahmanirrahim.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا ۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ
"(Malaikat-malaikat) yang memikul 'Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka."
(QS. Ghafir 40: Ayat 7)
Rasulullah Saw bersabda menjelaskan perkara-perkara yang ada di langit:
بَيْنَهُمَا مَسِيرَةُ خَمْسِمِائَةِ سَنَةٍ وَمِنْ كُلِّ سَمَاءٍ إِلَى سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِمِائَةِ سَنَةٍ وَكِثَفُ كُلِّ سَمَاءٍ مَسِيرَةُ خَمْسِمِائَةِ سَنَةٍ وَفَوْقَ السَّمَاءِ السَّابِعَةِ بَحْرٌ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ ثَمَانِيَةُ أَوْعَالٍ بَيْنَ رُكَبِهِنَّ وَأَظْلَافِهِنَّ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ ثُمَّ فَوْقَ ذَلِكَ الْعَرْشُ بَيْنَ أَسْفَلِهِ وَأَعْلَاهُ كَمَا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
Artinya: Antara langit dan bumi berjarak 500 tahun perjalanan, dari satu langit ke langit yang lainnya berjarak 500 tahun perjalanan, tebal setiap langit berjarak 500 tahun perjalanan, di atas langit ke-7 ada lautan yang antara dasar sampai permukaannya seperti jarak antara langit dan bumi. Kemudian di atas lautan itu ada 8 malaikat yang antara lutut-lututnya dan kuku-kukunya berjarak seperti jarang langit dan bumi. Kemudian di atasnya ada Arasy yang antara dasar dan permukaannya seperti jarak langit dan bumi.
Arsy di atas surga firdaus
Rasulullah Saw bersabda:
إِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ الْجَنَّةَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ أَعْلَى الْجَنَّةِ وَأَوْسَطُ الْجَنَّةِ وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرحمان
Artinya: Jika kalian meminta surga kepada Allah maka pintalah surga firdaus. Karena surga firdaus adalah surga yang paling tinggi dan surga yang paling tengah. Di atasnya (yang paling atas) adalah Arasy Allah.
Sehingga diceritakan dari para ulama dahulu bahwa penduduk surga firdaus bisa mendengar tasbihnya Arasy kepada Allah. Hal ini menunjukkan bahwa surga firdaus dengan Arasy itu dekat. Keterangan lain menyebutkan bahwa Arasy pernah bergetar karena wafatnya Sa'ad bin Mu'adz. Hal ini menjadi indikasi tambahan bahwa Sa'ad bin Mu'adz adalah calon penghuni surga firdaus yang mana letak surga firdaus itu dekat dengan Arasy.
Lalu seperti apa gambaran Arsy?
Berdasarkan keterangan para ulama salaf disebutkan bahwa Arasy itu diciptakan dari permata berwarna merah yang mana jauh dari satu penjuru ke penjuru lainnya seperti perjalanan 50 ribu tahun. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
تَعْرُجُ الْمَلٰٓئِكَةُ وَالرُّوْحُ اِلَيْهِ فِيْ يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهٗ خَمْسِيْنَ اَلْفَ سَنَةٍ
"Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun."
(QS. Al-Ma'arij 70: Ayat 4)
Dari ayat ini, sebagian ahli tafsir menyebutkan bahwa jarak Arasy ke bumi itu sejauh perjalanan 50 ribu tahun. Begitu pun dengan luar Arasy yang membentang jika dilalui dengan perjalanan akan memakan waktu 50 ribu tahun. Arasy itu seperti kubah yang mengatapi alam ini dan seluruh makhluk.
Sekian pembahasan tentang sifat Arsy Allah berdasarkan penuturan Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat.
Baca juga:

0 Response to "Sifat Arsy Allah: Penuturan Ibnu Katsir "
Post a Comment