Contoh Pidato Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 2022 Singkat Penuh Makna

Muqoddimahku.com – Pada kesempatan kali ini kita akan memberikan artikel tentang contoh pidato isra’ mi’raj. Kita mengetahui bahwa sekarang adalah bulan Rajab dalam hitungan Hijriyah. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita menyimak pidato isra’ mi’raj ini.

Baca juga:

Contoh pidato isra’ mi’raj ini juga bisa di download dalam bentuk pdf jika para pembaca sekalian hendak menggunakannya dan mempelajarinya.

Contoh Pidato Isra’ Mi’raj



Download Contoh Pidato Isra’ Mi’raj 2022

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

الْحَمْدُ لله الَّذِيْ عَلَّمَ الْقُرْآنَ وَجَعَلَ تَعْلِيْمَهُ نِعْمَةً مُقَدِّمَةً عَلَى خَلْقِ اْلإِنْسَانِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْهَادِيْ إِلَى سَبِيْلِ الْإِيْمَانِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَأَهْلِ الْقُرْآنِ أَمَّا بَعْدُ

قَالَ الله تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ {الْأيَةُ}

Para hadirin yang saya hormati. Para Ulama setempat yang saya hormati. Para aparatur pemerintah yang saya hormati. Terkhusus untuk penyelenggara kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini.

2022 menjadi tahun yang masih saja pilu. Mendekati bulan suci Ramadhan, kita masih saja dikagetkan oleh berita-berita menakutkan tentang penyebaran virus corona. Pak, Bu, sekarang muncul virus baru yang dinamakan omicron. Itu kata pemerintah di berbagai media. Jujur, kita bingung. Menelan bulat-bulat berita tersebut sudah cape, tetapi tidak mempercayainya pun malah dituduh yang bukan-bukan. Dalam momen tersebut, layaknya kita bersabar. Karena sejatinya ini adalah ujian dari Allah untuk melihat siapa yang mendekat kepada Allah dan siapa yang malah menjauhi Allah.

Namun, bersyukur patut kita langitkan pula. Di tengah-tengah berita tentang covid, kita diberi izin oleh Allah untuk menyelenggarakan kegiatan yang mulia ini: pengajian umum dengan tema Isra’ Mi’raj. Syukur Alhamdulillah kepada Allah yang mana kehendaknya tidak pernah bisa dihalangi oleh apa pun.

Para hadirin yang saya hormati. Isra’ Mi’raj ini merupakan peristiwa yang luar biasa yang dialami oleh baginda Rasulullah Muhammad saw. Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa diberjalankannya Baginda Rasul dari Masjidil Harom menuju Masjidil Aqso kemudian Mi’raj atau diangkatkan ke langit untuk mendapatkan perintah solat wajib yang lima waktu.

Di dalam surat al-Isra ayat 1, Allah swt berfirman:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَا الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

Yang artinya: Mahasuci Allah Dzat yang memberjalankan hamba-nya pada suatu malam dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqso yang sekitar Masjidil Aqso itu diberkahi oleh Kami (Allah) agar Kami perlihatkan tanda-tanda Kami. Sungguh, Dia (Allah) Dzat Maha Mendengan Maha Melihat.

Pak, Bu, Rasul saw di-isra’-kan oleh Allah dari Masjidil Harom sampai ke Masjidil Aqso hanya dalam waktu satu malam. Pak, Bu, Masjidil Harom itu ada di Mekah, Saudi Arabia. Sedangkan Masjidil Aqso ada di Palestina. Bu! Ibu tahu jarak antara Masjidil Harom sampai ke Masjidil Aqso berapa jauhnya? Jaraknya sekitar 1.293 km, Bu. Jarak dari Jakarta sampai Bali saja sudah 1.180 km. Bayangkan Bu! Hanya satu malam dan belum ada pesawat.

Pak, Bu! Yang lebih hebat lagi adalah Allah mengangkat Rasul saw dalam Mi’rajnya ke langit. Dan itu masih malam yang sama. Dalam sebuah keterangan perhitungannya, jarak dari bumi sampai langit ke 7 itu sejauh 11.500 tahun kecepatan cahaya. Subhanallah. Sulit sekali dipercaya jika kita mengukurnya dengan akal kita. Dan pada saat itu pun banyak orang yang tidak mempercayainya. Kita perlu tahu bahwa salah satu orang Sahabat Nabi yang langsung mempercayai itu adalah Abu Bakar. Maka dari itu, Abu Bakar diberi gelar as-Siddiq karena Abu Bakar selalu beriman kepada kenabian dan kerasulan Nabi Muhammad bahkan kepada peristiwa Isra’ Mi’raj ini.

Para hadirin yang saya hormati. Mari kita dengarkan kesaksian dari riwayat Anas bin Malik mengenai peristiwa Isra’ Mi’raj ini. “Pada malam Rasul saw di-isra’-kan, datanglah tiga kelompok Malaikat kepada Rasul. Pada saat itu Rasul saw sedang tertidur di Masjidil Harom. Kelompok Malaikat pertama berkata menanyakan kepada kelompok yang lainnya apakah benar yang sedang tidur di Masjidil Harom itu adalah Nabi Muhammad. Kelompok Malaikat kedua menjawabnya bahwa benar yang tertidur di Masjidil Harom itu adalah Nabi Muhammad saw, makhluk terbaik. Kelompok Malaikat yang ketiga selanjutnya memerintahkan agar Rasul saw dibawa dalam keadaan tidur. Kemudian Rasul saw dibawa ke sumur Zamzam. Dan pada saat itu terjadi peristiwa dibedahnya dada Rasul saw oleh Malaikat Jibril.

Singkat cerita, Malaikat Jibril membawa Nabi Muhammad saw mi’raj ke langit. Di langit pertama, Rasul saw bertemu dengan Nabi Adam as. Di langit pertama ini pula, Rasul melihat sungai Nil, Sungai Eufrat, dan Telaga Kautsar.

Di langit kedua, Rasul saw bertemu dengan Nabi Idris. Di langit ke empat Rasul saw bertemu Nabi Harun. Di langit ke enam Rasul saw bertemu dengan Nabi Ibrahim. Di langit ke tujuh Rasul saw bertemu dengan Nabi Musa.

Kemudian Rasul saw naik menuju sidratul muntaha dan menerima perintah solat wajib sebanyak 50 solat sehari semalam. Kemudian setelah mendapatkan saran dari Nabi Musa as bahwa 50 waktu solat itu akan memberatkan umat Rasul saw, maka Allah swt mengurangi jumlahnya menjadi 5 waktu solat dan diberikan bonus untuk setiap kebaikan dilipatkan 10 kebaikan. Maka dari itu solat 5 waktunya tetap dihitung 50 waktu solat oleh Allah swt.

Para hadirin yang saya hormati. Tidak akan saya uraikan semua riwayat tentang isra’ mi’raj ini. Mengapa? Agar Bapak dan Ibu sekalian lebih semangat mengaji untuk mengetahui keterangan-keterangan itu di lain waktu.

Pa, Bu, yang terpenting dari kisah Isra’ Mi’raj ini adalah bagaimana kita mengamalkan dan melaksanakan perintah Allah yaitu solat 5 waktu. Mari solat, solat, solat! Syarat dan rukunnya harus disempurnakan. Pelajari fikihnya, pelajari khusyunya, dan berusahalah untuk mengamalkannya.

Pa, Bu, para hadirin sekalian, do’a saya dan do’a kita di akhir pembicaraan ini adalah semoga kita mendapatkan ampunan Allah, semoga kita mendapatkan rohmat dan ridlo Allah. Aamiin. Semoga juga kita bisa bertemu di lain waktu dan dipertemukan di surga Allah. Aamiin.

هَدَانِيْ وَإِيَّاكُمْ
وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

0 Response to "Contoh Pidato Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 2022 Singkat Penuh Makna"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel