Ngopi #2 Episode Covid 19

Sudah menginjak bulan Juni, sementara itu covid19 masih memberikan dampak pada kita semua. Hal ini ditandai dengan masih diberlakukannya social distancing di negri ini. Meskipun begitu, sedikitnya kita diberikan harapan oleh pemerintah dengan wacana new normal.

Covid 19 itu berdampak pada setiap orang di berbagai sektor kehidupan. Kesehatan, pendidikan, dan perekonomian merupakan sebagian contoh sektor yang terkena dampak dari covid19 ini.

Setiap hari kita diberikan laporan data mengenai kalkulasi dampak covid19 pada kesehata. Berapa jumlah yang terkena virus, berapa yang meninggal, dan berapa yang sembuh. Semua dijelaskan dengan sangat transparan oleh pihak pemerintah. Salah satu hal positif yang dapat kita ambil dari transparansi ini adalah untuk tetap mengikuti arahan dari pemerintah demi mengurangi persebaran covid19 ini.

Dan sampai saat ini pun belum ada keputusan resmi mengenai keadaan penyelenggaraan pendidikan di negeri ini. Sekolah dan kampus masih dirumahkan. Sebagian dari pesantren juga melakukan hal yang sama, yaitu merumahkan para santri. 

Perekonomian kita pun mulai terombang-ambing. Saya tidak berbicara data atau fakta yang makro, tetapi melihat kondisi sekitaran saya yang sudah mulai mengeluh dengan keadaan ini. Penghasilan sudah dihentikan atau dikurangi sejak diberlakukannya protokol social distancing dan sebagainya.

Baca juga:


ngobrol covid19


Tetapi di sini saya mengajak setiap orang untuk bisa optimis dan selalu optimis untuk menatap hari esok. Satu langkah nyata yang dilakukan pemerintah adalah dengan segera memberlakukan new normal dengan beberapa tahap untuk memulihkan kondisi kehidupan kita.

Jika hal ini tidak cukup bagi hati dan pikiran kita, dan memang seharusnya tidak cukup. Ada sumber dan tempat pengharapan sesungguhnya yang harus selalu hadir dalam hati kita. Dia lah Allah swt.

Dalam memikirkan dan menyusun tulisan ini, ingatan kita akan dan harus kembali pada Allah dan ayat-ayatnya. Allah berfirman di dalam surat al-Baqoroh ayat 286.

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَها لَها مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْها مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنا لَا تُؤاخِذْنا إِنْ نَسِينا أَوْ أَخْطَأْنا رَبَّنا وَلا تَحْمِلْ عَلَيْنا إِصْراً كَما حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنا رَبَّنا وَلا تُحَمِّلْنا مَا لَا طاقَةَ لَنا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنا وَارْحَمْنا أَنْتَ مَوْلانا فَانْصُرْنا عَلَى الْقَوْمِ الْكافِرِينَ

Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”

Ayat ini sebenarnya tidak memiliki relvansi dengan wabah virus covid19 yang melanda dunia ini. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam situasi ini, ayat di atas lah yang saya ingat. Hal ini mungkin karena hafalan saya yang sedikit.

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan bahwa covid19 ini merupakan bencana yang sudah terjadi dan sebagai seorang muslim kita harus yakin bahwa segala sesuatu yang telah terjadi adalah kehendak Allah. Maka dari itu jangan lepaskan hati kita dari berharap kepada Allah swt.

Baca juga:


Terimakasih

0 Response to "Ngopi #2 Episode Covid 19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel