Bahasan: Setiap yang Bernyawa akan Mati

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih bebas mengenai hal yang telah kita bahas pada ceramah singkat yang berjudul Setiap yang Bernyawa akan Mati. Pada ceramah singkat tersebut, dicantumkan surat alu Imran ayat 185.

ceramah singkat tentang kematian


Alu Imran 185

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Artinya: Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.

Ayat di atas dapat dibagi menjadi empat bagian. Pertama, pemberitaan tentang kematian. Kedua, pemberitaan tentang balasan di hari kiamat. Ketiga, pemberitaan tentang adanya surga dan neraka. Keempat, pemberitaan bahwa dunia itu merupakan kesenangan yang merusak.

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ

Pada ayat ini, Allah swt. menjelaskan kepada kita semua bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan kematian. Hal ini senada dengan firman Allah swt. pada surat ar-rahman ayat 26 yang artinya, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa.” Jin, manusia, dan para malaikat, semuanya akan binasa. Dzat yang abadi hanya lah Allah swt.

وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ

Tidak ada satu orang pun yang akan kekal hidup di bumi. Bahkan bumi itu sendiri juga akan binasa dan hancur. Ketika bumi itu hancur, maka terjadilah hari kiamat; dimana pada hari tersebut setiap makhluk akan mendapatkan balasan dari perbuatannya.

Dalam sebuah riwayat dari Ali bin Abi Thalib diceritakan bahwa ketika Nabi saw. wafat, datang lah seseorang yang bertakziyah. Seseorang tersebut berbicara persis seperti firman Allah swt. pada surat Alu Imran ayat 185 ini. Ali melanjutkan, memberitahukan kepada para sahabar bahwa orang tersebut adalah Khadir as. Kisah ini menegaskan bahwa terjadinya hari kiamat dan ditegakkannya hari pembalasan itu benar-benar akan terjadi.

فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ

Barang siapa yang dijauhkan dan diselamatkan dari neraka serta dimasukkan ke dalam surga, maka hal itu merupakan puncak kemenangan. Dalam sebuah hadis yang diterima dari Amr bin ‘Ash, Rasulullah saw. telah bersabda: “Barang siapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka kuncinya adalah beriman kepada Allah, beriman kepada hari Akhir, dan memberikan sebagian harta yang kita cintai kepada orang yang membutuhkan”.

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Ini merupakan ungkapan untuk menghinakan dunia. Karena sesungguhnya dunia itu adalah sesuatu yang fana lagi kecil. Tetapi banyak orang yang terlena terhadap dunia. Hal ini disuratkan di dalam al-Quran surat al’-A’la ayat 17 dan surat as-Syuro ayat 36. Selayaknya bagi kita agar menggunakan kehidupan di dunia untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah swt.

Poin dari bahasan kali ini bisa dicatatkan seperti berikut: “Kita telah diberitahu bahwa setiap orang itu akan mati. Lebih dari itu, mati bukan akhir dari segalanya. Akan ada perhitungan setelah mati mengenai amalan kita di dunia. Puncaknya adalah pada penentuan tempat kehidupan abadi kita, surga kah atau neraka. Dari kesemua berita tersebut, bukankah kita harus sangat yakin bahwa dunia itu hanya kehidupan yang memperdaya?”

0 Response to "Bahasan: Setiap yang Bernyawa akan Mati"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel