Bahasan: Wasiat Luqman

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh. Para pembaca sekalian, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentnag wasiat Luqman. Sebelumnya telah saya buatkan ceramah singkat tentang ibu yang di dalamnya terkandung salah satu wasiat Luqman. Di sini kita akan membahas wasiat Luqman ini dalam bentuk bahasan, tidak dalam bentuk ceramah.

Wasiat Luqman


Wasiat Luqman


Wasiat Luqman di dalam al-Quran dihikayatkan di dalam surat Luqman ayat 13-15.

وَ اِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسٰنَ بِوَا لِدَيْهِ حَمَلَتْهُ اُمُّهُ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصٰلُهُ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِـوَا لِدَيْكَ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

وَاِنْ جَاهَدٰكَ عَلٰۤى اَنْ تُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِى الدُّنْيَا مَعْرُوْفًا وَّاتَّبِعْ سَبِيْلَ مَنْ اَنَابَ اِلَيَّ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُ نَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ

Ke-3 ayat di atas merupakan rentetan ayat yang menceritakan kisah Luqman. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa Luqman yang dimaksud pada ayat ini bernama Luqman bin ‘Anqo’a bin Sadun. Sedang anaknya bernama Tsarun as-Suhaili.

Dikisahkan bahwa Luqman ini merupakan salah satu hamba Allah yang dianugerahi ilmu hikmah. Diceritakan bahwa Luqman pernah memberikan nasihat kepada anaknya, Tsarun. Ketiga rentetan ayat di atas menjelaskan beberapa hal.

Pada ayat ke-13, Luqman menasihati anaknya, Tsarun agar menyembah Allah dan tidak menyekutukannya. Luqman menegaskan bahwa perilaku syirik (menyekutukan dalam beribadah) adalah perbuatan dhalim.

Dalam sebuah riwayat hadits al-Bukhori  disebutkan bahwa perilaku syirik dalam menyembah Allah adalah perbuatan dhalim. Hal ini sejalan dengan firman Allah di dalam surat al-An’am ayat 82.

Selanjutnya, pada ayat 14 dijelaskan mengenai perintah berbuat baik kepada kedua orang tua. pada ayat tersebut diberikan kekhususan kepada seorang ibu karena pengorbanan lebih yang dilakukannya.

Seorang ibu adalah wanita yang mengandung anaknya dalam keadaan payah sepayah-payahnya. Selanjutnya seorang ibu juga mengurus anaknya, menyusuinya, mendidiknya secara terus-menerus tanpa istirahat dalam kurun waktu dua tahun sejak dilahirkannya anak. Hal ini lah yang menjadikan kita selaku seorang anak harus berbuat baik kepada kedua orang tua dan bersyukur kepada Allah swt.

Ayat ke-15, Allah swt menjelaskan tentang salah satu etika seorang anak kepada kedua orang tuanya. Jika seandainya kedua orang tua memaksa seorang anak agar mengikuti ajaran mereka yang sesat, maka seorang anak itu diperbolehkan untuk menolaknya. Tetapi penolakan akan ajakan mengikuti agama yang salah itu tidak menghapus kewajiban seorang anak agar berbuat baik kepada kedua orang tua dalam urusan dunia.

Imam At-Thabrani meriwayatkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Sa’ad bin Malik. Diceritakan bahwa Sa’ad bin Malik ini seorang yang berbakti kepada ibunya. Tetapi ketika Sa’ad mendapatkan hidayah untuk masuk Islam mengikuti ajaran Nabi Muhammad, Ibunya tidak menyukai akan hal itu. Turunlah ayat ini.

Tulisan ini dibuat untuk melengkapi pembahasan dari ceramah singkat tentang ibu yang berjudul Pengorbanan Ibu dan Amalan Anak.

0 Response to "Bahasan: Wasiat Luqman"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel