Bahasan: Perintah Allah tentang Infak
Sebelumnya telah saya buatkan artikel ceramah singkat yang berjudul perintah Allah tentang infak. Pada artikel tersebut saya mengutip surat Alu Imran ayat 92. Karena memang ayat ini merupakan ayat yang membahas tentang infak atau sedekah.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan bahasan yang lebih luas dari yang telah dibahas pada konten ceramah singkat berkenaan dengan ayat ini. berikut ini surat Alu Imran ayat 92.
QS Alu Imran ayat 92
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Artinya: Kamu tidak akan memperoleh kebajikan sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui.
Pada ayat tersebut Allah swt. memotivasi orang-orang mu’min agar berinfak di jalan Allah. Kita harus memposisikan diri sebagai orang-orang yang beriman, sebagai orang-orang yang Allah seru pada ayat ini. Maka dari itu, kita ini diperintahkan dan didorong agar berinfak, bukan berharap dan mengemis agar diberi infak. Mustahiq-mustahiq zakat dan orang-orang yang dikategorikan harus menerima infak telah ada aturannya. Dan usahakanlah agar setiap orang memperbaiki kualitas perekonomian hidupnya agar dapat berinfak.
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan
Ayat ini juga menjelaskan pahala berinfak, yaitu kebajikan atau al-birr. Kebajikan tersebut ditafsirkan dengan tiga hal: pahala, kemulian (karomah), dan surga. Kita tidak akan bisa mendapatkan al-birr tersebut tanpa berinfak, yaitu memberikan sebagian harta kita kepada orang-orang yang pantas mendapatkannya (mustahiq).
Sebagian lagi ada yang berpendapat bahwa al-birr atau kebajikan ini diartikan sifat tawakal dan taqwa. Artinya seseorang tidak akan mencapai ketawakalan dan ketaqwaan tanpa dia berinfak.
حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ
sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai
Ini merupakan etika berinfak. Infak adalah memberikan sebagian harta kita kepada mustahiqnya. Etika dalam berinfak mengharuskan kita memberikan sesuatu yang berharga dan masih kita cintai. Jangan memberikan benda atau hal lain yang sudah tidak layak pakai. Lebih berharga sesuatu yang kita infakkan itu bisa jadi lebih baik. Tetapi jika ingin mengikuti batas minimal, maka seminamal-minimalnya sesuatu yang kita infakkan itu dapat bermanfaat bagi orang lain.
وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh Allah Maha Mengetahui
Di sini Allah menegaskan bahwa perilaku infak yang dilakukan hamba-hamabanya, termasuk di dalamnya apa niat dia berinfak, apa yang dikatakannya saat berinfak, dan bagaimana perilakunya saat berinfak, Allah swt. mengetahui hal itu. Termasuk lagi mengenai niat infak manusia yang mana yang berinfak karena Allah dan yang mana yang berinfak karena pujian orang-orang.
Sekian saja pembahasan kali ini, semoga bermanfaat.

0 Response to "Bahasan: Perintah Allah tentang Infak"
Post a Comment