Al-Qur'an Surat al-Hadid ayat 4 Pembahasan

Muqoddimahku.com – Pada kesempatan kali ini kita akan kembali memberikan bahasan tentang ayat-ayat suci al-Quran. Tema bahasan sekarang adalah surat al-Hadid ayat 4. Mari kita baca dan kaji firman Allah swt di dalam al-Quran surat al-Hadid ayat 4. Mudah-mudahan kita mendapatkan keridloan-Nya, senantiasa berada di jalan-Nya, dan bisa mengamalkan titah-Nya.

Baca juga:

surat al-hadid ayat 4



Surat al-Hadid ayat 4


هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِي الْأَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيهَا وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنْتُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana. Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.

Pembahasan Singkat Surat al-Hadid


Surat al-Hadid di mulai dari ayat 1 sampai dengan ayat 6 menjelaskan tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah. Di antaranya adalah Allah itu Maha Suci, Maha Perkasa, Maha Bijak, Maha Raja, Maha Hidup, Maha Kuasa, Maha Esa, dan Maha Mengetahui.

Begitu pula pada ayat 4 dari surat al-Hadid yang akan kita bahas secara khusus pada artikel ini.

Penjelasan Surat al-Hadid ayat 4


1. Allah Maha Pencipta

Allah yang menciptakan langit yang ada di atas kita. Allah lah yang juga menciptakan bumi yang kita pijak. Di dalam surat al-Hadid ayat 4 disebutkan bahwa Allah menciptakan langit dan bumi itu dalam waktu 6 hari. Di dalam tafsir Tanwirul Miqbas disebutkan bahwa satu hari pada masa itu terhitung 1000 tahun di masa manusia umat Nabi Muhammad. Hari pertama jatuh pada hari Ahad (Minggu). Sedangkan hari keenam jatuh pada hari Jum’at.

Setelah penciptaan langit dan bumi selesai, kemudian Allah swt bersemayam di atas ‘Arsy (singgasana Allah). Di dalam tafisr Tanwirul Miqbas disebutkan bahwa sebelum penciptaan langit dan bumi pun Allah swt telah bersemayam di atas ‘Arsy. Ibnu ‘Abbas menambahkan bahwa bersemayamnya Allah tidak diketahui bagaimana cara dan prosesnya.

Di sini saya akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai kemungkinan pertanyaan-pertanyaan liberal mengenai Allah, penciptaan langit dan bumi, dan persemayaman Allah. Dimungkinkan muncul beberapa pertanyaan liberal seperti berikut ini.

a. Apakah Allah swt membutuhkan waktu untuk menciptakan langit dan bumi?

Allah swt tidak membutuhkan apa pun. Salah satu sifat Allah adalah berdiri sendiri. Jadi Allah tidak membutuhkan waktu, ruang, dan juga tempat. Kita harus beriman bahwa Allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari. Di sisi lain menurut kelemahan manusia dapat dikatakan bahwa Allah swt bermaksud mengajarkan kepada makhluknya bahwa semua hal yang akan dilakukan makhluk membutuhkan proses.

b. Bagaimana Allah bersemayam di atas ‘Arsy?

Allah swt bersemayam di atas ‘Arsy. Kita harus beriman akan hal itu. Proses dan caranya tidak diketahu oleh satu makhluk pun. Siapa saja orang yang bertanya-tanya atau menggambarkan bersemayamnya Allah maka dihukumi sebagai perbuatan bid’ah (berada di dalam kesesatan).

2. Allah Maha Mengetahui

Allah Maha Mengetahui merupakan nama dan sifat Allah swt. Allah mengetahui semua hal yang ada dan masuk ke dalam bumi. Di antara hal yang masuk ke dalam bumi adalah hujan, harta yang tertimbun, dan mayat-mayat. Allah mengetahui pula semua hal yang keluar dari dalam bumi seperti mayat-mayat, tumbuhan, air, dan juga harta karun.

Allah swt juga mengetahui apa saja hal yang turun dari langit dan apa saja hal yang naik ke langit. Di antara hal-hal yang turun dari langit adalah rizki, hujan, malaikat, dan musibah. Dan di antara hal-hal yang naik ke langit adalah para malaikat secara umum, malaikat penjaga manusia, dan malaikat pencatat amal.

Allah swt maha mengetahui dan pengetahuan Allah meliputi segala hal seperti apa itu, dimana hal itu, kapan hal itu, bagaimana hal itu, dan mengapa hal itu. Pengetahuan Allah meliputi segala yang menjadi keyakinan manusia, apa yang diucapkannya, dan apa yang dilakukannya.

Pelajaran yang dapat diambil


1. Nama dan sifat Allah bersifat tuntunan wahyu, bukan suatu hal yang dikarang atau dibuat manusia.
2. Kita harus mengimani nama dan sifat Allah dan berusaha menyempurnakan iman tersebut dengan cara menghubungkan keyakinan, ucapan, dan perbuatan.
3. Salah satu cara mengimana nama dan sifat bahwa Allah Maha Mengetahui adalah hadirnya rasa takut kepada Allah agar manusia merasa diawasi untuk melakukan hal yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang (Muroqobah).

0 Response to "Al-Qur'an Surat al-Hadid ayat 4 Pembahasan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel